Universitas Airlangga Official Website

Interkulturalitas dalam Pendidikan Anak

Interkulturalitas adalah topik yang sangat penting untuk dijelajahi dalam konteks pembelajaran. Menurut buku “Children and Interculturality in Education” karya West et al. (2022), interkulturalitas mewakili pemahaman tentang keberagaman budaya dan interaksi antara kelompok budaya yang berbeda. Pemahaman terhadap interkulturalitas dalam konteks pendidikan dapat memfasilitasi pertumbuhan anak-anak dan membantu menciptakan lingkungan pembelajaran yang inklusif. Buku ini menjelajahi berbagai perspektif tentang pengajaran anak-anak mengenai interkulturalitas, termasuk pengakuan perbedaan di dalam kelas. Selain itu, buku ini memberikan saran dan panduan kepada pendidik tentang cara membangun kurikulum yang inklusif terhadap latar belakang budaya yang beragam. Buku ini juga mencakup sejumlah isu yang berkaitan dengan rasisme, diskriminasi, kulturalisme, dan ketidakadilan yang memengaruhi anak-anak.

Meskipun buku ini ditulis sebelum wabah COVID-19, pelajarannya masih relevan dengan kondisi saat ini. Mengingat bahwa pandemi ini memperburuk ketidaksetaraan dan diskriminasi, pendidik harus memiliki pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk menyediakan lingkungan pembelajaran yang aman bagi semua anak, tanpa memandang latar belakang budaya mereka. Buku ini menekankan empati dan pemikiran kritis sebagai elemen kunci dalam menghadapi tantangan-tantangan yang tidak terduga di masa depan. Interkulturalitas akan semakin mendapat perhatian dari pendidik yang berkomitmen untuk mempromosikan keberagaman, inklusi, dan keadilan sosial di dalam kelas. Buku ini, yang ditulis oleh Andreas Jacobsson, Heidi Layne, dan Fred Dervin, membahas peran budaya dalam pendidikan dan pembelajaran.

Buku ini terbagi menjadi tiga bagian yang mencakup identifikasi budaya, prasangka, dan stereotip, antara aspek-aspek lain dari pendidikan interkultural. Menyajikan studi kasus, contoh dari kelas nyata, dan aktivitas menarik untuk merangsang diskusi mengenai keberagaman budaya, buku ini menjadi sumber daya berharga bagi para pendidik masa depan. Bab pertama membahas rasa ingin tahu alami anak-anak dan kemampuan mereka untuk menerima berbagai sudut pandang. Fred menyoroti pentingnya menciptakan kurikulum yang mendorong empati dan pemikiran kritis reflektif untuk membantu anak-anak mengembangkan identitas interkultural dan menjadi interkulturalis. Bab kedua membahas penggunaan film dan media sebagai sumber belajar untuk memperkenalkan interkulturalisme kepada generasi muda. Andreas membangun diskusi kritis mengenai interkulturalitas dalam hubungannya dengan anak-anak, dengan memberikan contoh film yang dapat digunakan untuk mengajarkan anak-anak tentang interkulturalisme. Bab ketiga menekankan pentingnya memperkenalkan anak-anak pada intertekstualitas. Heidi memberikan ide-ide yang dapat dilakukan untuk memperkenalkan interkulturalitas kepada anak-anak dan menyoroti kasus-kasus studi yang menggambarkan berbagai konsep interkulturalitas di konteks pendidikan.

Penutup:
Buku ini merupakan sumber daya yang sangat berharga bagi para pendidik, peneliti, dan mahasiswa yang tertarik dalam bidang pendidikan anak-anak, studi anak global, atau studi internasional. Dengan penekanan pada pendekatan kritis dan reflektif terhadap interkulturalitas, buku ini memberikan kontribusi pada perbincangan saat ini tentang pendidikan interkultural dan dampaknya pada anak-anak, pendidik, dan peneliti.

Nama Penulis:
Nadya Afdholy

Link Jurnal:
https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/03004279.2023.2287542