Universitas Airlangga Official Website

Stasiun Kerja Ergonomis di Laboratorium untuk Mencegah Keluhan Muscolo Skeletal Disorders

Secara umum laboratorium berfungsi sebagai tempat untuk melaksanakan kegiatan pendidikan dan penelitian. laboratorium juga sebagai tempat pengembangan konsep dan meningkatkan keterampilan mereka dalam eksperimen ilmiah. Pelaksanaan pengujian dan analisis di laboratorium memerlukan seperangkat meja dan kursi sebagai tempat kerja. Salah satu permasalahan yang dihadapi dalam menganalisis dan bereksperimen adalah jam kerja yang panjang tanpa didukung dengan tempat kerja yang ergonomis.

Di laboratorium, prinsip ergonomi sangat penting untuk diterapkan dalam sistem kerja guna mencapai tujuan yang diinginkan secara efektif, aman, sehat dan nyaman. Sejalan dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 605/MENKES/SKNI1 Tahun 2008 tentang Standar Laboratorium Kesehatan. Pusat Laboratorium Kesehatan bertujuan untuk menjamin bahwa setiap laboratorium mempunyai standar yang baik, meliputi sarana, prasarana, peralatan, media, reagen, keselamatan dan kesehatan kerja, mutilasi, dan standar pelaporan.

Keluhan muskuloskeletal merupakan keluhan pada otot rangka yang dirasakan manusia, mulai dari keluhan ringan hingga nyeri berat. Menurut Rahdiana (2018), keluhan kelelahan otot mengakibatkan terjadinya kejang otot, kehilangan keseimbangan, dan keseleo. Kelelahan otot juga dapat menyebabkan mati rasa (kehilangan sensasi) pada bagian tubuh yang menerima beban.

Desain stasiun kerja harus diperbaiki untuk mencapai proses pembelajaran yang efektif, aman, dan nyaman. Hal ini dapat dilakukan dengan memasukkan faktor ergonomis untuk mengurangi keluhan dari staf laboratorium. Faktor ergonomis diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan masyarakat atau petugas laboratorium pada saat menggunakan laboratorium untuk praktikum, sehingga fokusnya meningkat dan keluhan pegal-pegal yang dialaminya berkurang.

Berdasarkan hasil penelitian yang di lakukan di laboratorium SIKIA Unair banyuwangi terdapat rekomedasi redisain pada stasiun kerja meja dan kursi yang digunakan di laboratorium.  Berdasarkan analisa, workstation eksisting yang biasa digunakan oleh laboratorium sudah tidak layak pakai dan menimbulkan keluhan muskuloskeletal pada penggunanya. Oleh karena itu, stasiun kerja diperbaiki dengan menggunakan data antropometri dari laboratorium untuk memenuhi standar pengguna. Desain stasiun kerja yang baru diharapkan dapat meningkatkan kesehatan kerja sehingga laboratorium dapat terlindungi dari berbagai penyakit akibat kerja.

Judul: Proposed Workstation Design in Laboratory for Musculoskeletal Disorder Complaints

Penulis: Dani Nasirul Haqi, S.KM., M.KKK.

LINK: https://e-journal.unair.ac.id/IJOSH/article/view/39094