Trauma pada bola mata jarang mengakibatkan luksasio bola mata dikarenakan adanya cavum orbita yang melindunginya. Luksasio dari bola mata dapat terjadi saat trauma mata yang menyebabkan tekanan di cavum orbita meningkat sehingga bola mata mengalami perubahan letak ke depan bahkan sampai keluar dari tempatnya. Penatalaksanaan dapat bersifat mempertahankan bola mata atau malah dilakukan enukleasi apabila tidak memungkinkan. yaitu bila terjadi nekrosis jaringan yang luas dan resiko infeksi . Pemilihan pertama yaitu mempertahankan bola mata lebih sering dipilih dengan tujuan faktor psikologis pasien yaitu kosmetika atau rehabilitasi dengan prostetik.
Suatu laporan kasus seorang remaja putri mengalami kecelakaan setelah mengendarai sepeda motor yang mengakibatkan bola mata kiri luksasi ke anterior, namun kondisi umumnya tetap sadar. Pada mata kiri didapatkan laserasi kelopak mata atas dan bawah bagian medial mengenai lid margin dan rupture kanalis lakrimalis, dan tampak otot-otot bola mata sulit dievaluasi . Pada pemeriksaan CT scan kepala dan orbita terdapat luksasi pada mata kiri 2.2 cm dari garis interzigomatic namun tidak terdapat avulsi syaraf mata maupun fraktur orbita. Penatalaksanaan pada pasien dilakukan reposisi bola mata setelah eksplorasi dengan cara melakukan pemotongan kantus lateralis ( dengan tehnik kantotomi dan kantolisis) dan melebarkannya dengan tujuan supaya bola mata dapat dimasukkan kembali seperti pada posisi normal. Selanjutnya dilakukan penjahitan laserasi kelopak mata dengan benang polyglactin 6.0 dan penjahitan canalis lakrimalis menggunakan silicon serta benang prolene 6.0. pada pasien dilakukan juga penutupan kelopak mata secara temporer dengan blefarorafi.
Kesimpulan dari kasus pasien ini adalah penatalaksanaan laserasi kelopak mata disertai luksasi bola mata ke anterior adalah dengan mempertahankan bola mata dengan cara melakukan kantotomi lateralis dan kantolisis yang akan memudahkan untuk melakukan reposisi kembali bola mata dengan harapan setelah penyembuhan dapat dilakukan rehabilitasi dengan prostetik okuler.
Penulis: Christina, dr.,Sp.M(K)
Jurnal: Challenging Management of Severe Traumatic Globe Luxation:A Rare Case Report.





