Universitas Airlangga Official Website

Validasi Skala Evaluasi untuk Mengukur Prasangka Etnis dan Agama di Indonesia

Ilustrasi rumah ibadah (sumber: Mediaindonesia)

Memahami sikap out group dalam berbagai identitas sosial telah menjadi kebutuhan krusial dalam masyarakat multikultural saat ini yang ditandai dengan keragaman budaya dan sistem kepercayaan yang beragam. Sikap atau prasangka negatif terhadap kelompok luar berdasarkan identitas sosial, seperti etnis dan agama, dapat menimbulkan konsekuensi merugikan yang signifikan bagi individu dan masyarakat secara keseluruhan. 

Memiliki pengukuran psikometrik yang kuat terhadap prasangka etnis dan agama sangatlah penting, karena hal ini memungkinkan dilakukannya evaluasi kuantitatif terhadap cakupan bias tersebut, sehingga memfasilitasi terciptanya intervensi dan kebijakan berbasis bukti.

Pengembangan alat ukur untuk mengukur konsep-konsep Psikologi sangat diperlukan, terlebih lagi untuk konteks budaya Indonesia. Penyusunan dan validasi alat ukur diperlukan tidak terkecuali prasangka etnis dan agama. 

Skala Evaluasi Umum (GES) telah banyak digunakan untuk menilai sikap terhadap kelompok luar, termasuk prasangka etnis dan agama. Namun validasi dalam konteks Indonesia belum dilakukan. Dengan menggunakan dua studi (Studi 1, prasangka agama; Studi 2, prasangka etnis), kami memberikan bukti sifat psikometrik dari enam item GES untuk mengukur prasangka etnis dan agama berdasarkan struktur faktor, reliabilitas gabungan, dan validitas konvergen di Indonesia. 

Hasilnya menunjukkan kesesuaian model yang dapat diterima untuk struktur faktor tunggal yang ditandai dengan konsistensi internal yang tinggi (McDonald’s Omega/ω = 0,93 dalam Studi 1, ω = 0,94 dalam Studi 2). Selain itu, skala ini menunjukkan validitas konvergen yang solid, sebagaimana dibuktikan oleh korelasinya dengan skala prasangka yang terang-terangan dan tidak kentara (r = −0.44 dalam Studi 1, r = −0.74 dalam Studi 2) dan skala termometer perasaan (r = 0.60 dalam Studi 1 , r = 0,78 pada Studi 2). 

Ringkasnya, penelitian ini dengan tegas menetapkan GES sebagai instrumen berharga untuk mengukur prasangka agama dan etnis dalam konteks Indonesia, yang didukung oleh sifat psikometriknya yang kuat. Namun demikian, hal ini menggarisbawahi perlunya penyelidikan lebih lanjut dengan sampel yang beragam dan konteks sosial yang berbeda-beda untuk meningkatkan keandalan dan penerapan skala tersebut.

Penulis: Prof. Dr. Suryanto, M.Si.