Maskulinitas merupakan topik yang menarik di Indonesia. Tentu saja, selama beberapa dekade terakhir, perkembangan peran dan gagasan maskulinitas di Indonesia telah mengalami perubahan besar seiring dengan pertumbuhan masyarakat. Sejalan dengan hal tersebut, jumlah karya sastra yang memuat unsur maskulinitas semakin meningkat, tidak hanya karya sastra tentang feminisme saja, namun banyak juga karya sastra tentang maskulinitas yang sesuai dengan pola karya sastra di Indonesia.
Sebagaimana diketahui, karya sastra dapat dimanfaatkan untuk menyalurkan ide, konsep, dan pemikiran. Karya sastra menggambarkan perasaan batin dan kehidupan sosial seorang pengarang. Penulis adalah anggota masyarakat yang berkontribusi terhadap peristiwa dan kehidupan yang terjadi di masyarakat. Akibatnya, karya sastra yang dihasilkan terkesan meniru peristiwa dan kenyataan masyarakat.
Karya sastra dapat menjadi refleksi halus yang memuat kualitas estetis. Karya sastra merupakan penafsiran seorang pengarang terhadap lingkungan sosialnya, yang selanjutnya ditangkap oleh pembacanya setelah melalui suatu proses penafsiran. Pembaca akan menafsirkan suatu karya sastra menggunakan sudut pandangnya berdasarkan cakrawala yang diharapkannya. Akibatnya, aspek sosial menjadi signifikan sebagai sinyal atau tindakan komunikasi.
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan konstruksi maskulinitas antar tokoh dalam cerpen Rahasia Kue Lebaran Mina. Data penelitian dikumpulkan melalui tinjauan pustaka. Analisis deskriptif terhadap data yang diperoleh merupakan metode yang diterapkan dalam penelitian ini. Data dikumpulkan melalui tinjauan literatur.
Setelah pengumpulan data, dilakukan analisis deskriptif sebagai berikut: (1) membaca karya sastra dengan penuh perhatian; (2) menandai bagian cerpen yang mengandung narasi maskulinitas; (3) data dianalisis menggunakan pendekatan maskulinitas; dan (4) data diinterpretasikan. Hasil analisis dan interpretasi kemudian diberikan.
Temuan penelitian ini mengungkapkan bahwa patriarki dan perkembangan maskulinitas menghasilkan ketegangan dalam peran gender yang diterima oleh tokoh-tokoh dalam narasi pendek. Patriarki tidak hanya membatasi dan menciptakan perempuan, namun juga membentuk anak laki-laki untuk menyesuaikan diri dengan “kekuatan” yang diciptakan dan disebarkan oleh laki-laki.
Penulis: Rima Firdaus, SHum MHum
Sumber: How to Be a Man?: Masculinity Construction in a Short Story Mina’s Eid Cake’s Secret





