Wabah penyakit virus corona 2019 (COVID-19) pertama kali dilaporkan dari Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Tiongkok pada bulan Desember 2019. COVID-19 telah menyebar ke banyak negara dengan sangat cepat dan menyebabkan banyak kematian. Berdasarkan kasus dan kematian yang terkonfirmasi, pada 11 Maret 2020 WHO mengonfirmasi bahwa COVID-19 telah menjadi penyakit pandemi global. Provinsi Jawa Timur mengalami lonjakan jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 secara signifikan. Penelitian ini berupaya menyelidiki potensi korelasi antara kondisi cuaca dan kejadian jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 di Jawa Timur. Untuk mencapai hal ini, diterapkan model regresi nonparametrik, khususnya, model Regresi Binomial Negatif (RBN) berdasarkan estimator spline kuadrat terkecil (least square spline). Dalam penelitian ini dibandingkan model RBN nonparametric dan RBN parametrik.
Dalam penelitian ini untuk memodelkan dan menganalisis banyaknya kasus terkonfirmasi COVID-19 di Jawa Timur digunakan pendekatan model RBN nonparametric berdasarkan estimator spline kuadrat terkecil (least square spline), dan kemudian hasilnya dibandingkan dengan pendekatan model RBN parametrik.
Hasil estimasi parameter-parameter model RBN nonparametrik (nilai MAPE sebesar 0.30) dan model RBN parametrik (nilai MAPE sebesar 0.34) disajikan dalam Table 4 berikut ini:

Hasil estimasi model RBN nonparametric berdasarkan estimator spline kuadrat terkecil (least square spline) sebagai berikut:

Diperoleh plot estimasi model banyaknya terkonfirmasi COVID-19 sebagai berikut:

Akhirnya diperoleh kesimpulan bahwa berdasarkan hasil analisis data COVID-19 di Provinsi Jawa Timur diperoleh MAPE sebesar 0,30 untuk pendekatan model spline kuadrat terkecil yang lebih rendah dibandingkan MAPE untuk model linier sebesar 0,34. Artinya paling tidak pendekatan square spline lebih baik dibandingkan dengan pendekatan model linier. Selain itu, hasil estimasi menunjukkan bahwa lebih tinggi suhu dan kecepatan angin memiliki pengaruh yang lebih rendah terhadap kasus terkonfirmasi COVID-19. Di bidang statistika, penelitian ini menunjukkan bahwa jika data tidak mempunyai pola tertentu, sebaiknya dimodelkan dengan menggunakan regresi nonparametrik. Hasil penelitian ini dapat membantu pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam merumuskan kebijakan. Jika suhu udara dan kecepatan angin relatif lebih rendah dibandingkan saat musim hujan, maka pemerintah harus menyiapkan lebih banyak fasilitas kesehatan Sebab, jumlah kasus terkonfirmasi COVID-19 diprediksi akan meningkat lebih cepat.
Penulis: Dr. Nur Chamidah, S.Si., M.Si.
Link: https://doi.org/10.1063/5.0225160
Baca juga: Rancangan Grafik Pertumbuhan Standar Z-score Berdasarkan Tinggi dan Usia Balita





