Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Gandeng ITS Galakkan Hilirisasi Inovasi Teknologi

Paling Kiri Ketua BPBRIN Prof Nafik Hadi Ryandono SE MSi, Wakil Rektor bidang akademik, kemahasiswaan dan alumni UNAIR Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA drh, Rektor ITS Prof Bambang Pramujati ST MSC ENG PhD dan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama dan Kealumnian Prof Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD). (Foto: Istimewa)
Paling Kiri Ketua BPBRIN Prof Nafik Hadi Ryandono SE MSi, Wakil Rektor bidang akademik, kemahasiswaan dan alumni UNAIR Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA drh, Rektor ITS Prof Bambang Pramujati ST MSC ENG PhD dan Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama dan Kealumnian Prof Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Kolaborasi antara Badan Pengembangan Bisnis Rintisan dan Inkubasi (BPBRIN) Universitas Airlangga bersama Direktorat Inovasi dan Kawasan Sains Teknologi (DIKST) Institut Teknologi Sepuluh Nopember kembali mengukir sejarah melalui gelaran Sinox-01: Start Up and Innovation Expo di Grand City Mall Surabaya, pada Rabu (20/11/2024). Acara yang berlangsung selama empat hari itu menampilkan 120 booth inovasi, dan itu juga menjadi momentum strategis untuk memperkuat hilirisasi produk inovasi guna mendukung kemandirian perguruan tinggi.  

Hadir dalam kegiatan itu, yakni Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNAIR Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA drh beserta Rektor ITS Prof Bambang Pramujati ST MSc ENG PhD beserta wakilnya Bidang Riset, Inovasi, Kerjasama dan Kealumnian Prof Agus Muhamad Hatta ST MSi PhD.

Melalui sambutannya, Prof Bambang menyebut kolaborasi itu merupakan wujud nyata sinergi antar-institusi. “Kolaborasi ini mencerminkan langkah substantif yang diperlukan untuk menuju kemandirian bangsa. Kita berharap produk hilirisasi perguruan tinggi dapat menggantikan ketergantungan pada impor,” katanya.  

Selain itu, beliau menyoroti pentingnya dukungan ekosistem yang baik agar produk hilirisasi dapat berkelanjutan. “Sering kali, produk hilirisasi dari perguruan tinggi dan mitra tidak didukung dengan ekosistem yang memadai. Sinox-01 adalah langkah awal untuk membangun ekosistem tersebut,” tambahnya.

Tidak hanya itu, ketua panitia sekaligus ketua BPBRIN Prof Nafik Hadi Ryandono SE MSi menekankan kolaborasi antara institusi pendidikan tinggi dapat mewujudkan hilirisasi yang efektif. “Kalau kita mau hilirisasi tanpa kolaborasi, itu sangatlah sulit. Kita harus menghilangkan ego masing-masing. Ini bukan lagi era kompetisi, tetapi era kolaborasi,” ungkapnya.  

Gelaran Sinox-01, UNAIR meluncurkan sembilan produk inovasi serta platform e-commerce TOKOUA, yang dikembangkan sebagai solusi terhadap tingginya biaya sewa platform lain. “TOKOUA ini menjadi langkah awal UNAIR untuk memasarkan produknya secara mandiri dan dapat digunakan bersama-sama,” jelas Prof Nafik.  

Sementara itu, ITS memperkenalkan delapan inovasi unggulan, termasuk robot service dan teaching factory. Rektor ITS, Prof Bambang Pramujati ST MSC ENG PhD menegaskan bahwa produk inovasi harus melangkah lebih jauh dari sekadar pameran. 

“Kalau kita hanya berhenti di pameran dan jurnal, maka produk ini tidak akan pernah sampai ke masyarakat. Triple helix harus berjalan, melibatkan perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat,” ujarnya.  

Ia juga menyoroti visi jangka panjang dari expo ini. Menurutnya, Sinox-01 bukan hanya tentang memperkenalkan produk inovasinya saja, tetapi dapat mengurangi ketergantungan perguruan tinggi pada biaya pendidikan mahasiswa. “Mayoritas pendapatan perguruan tinggi masih bergantung pada UKT dan SPP mahasiswa. Dengan produk inovasi seperti ini, kita bisa menciptakan sumber pendapatan baru,” jelasnya.  

Gelaran Sinox-01 bukan hanya sekadar expo, melainkan mencakup business matching StartUp & Investor, Robot Service ITS, Perlombaan Catur, Fashion Show Cilik, modern dance, mobile legend, langkah dansa bahkan mengundang band ternama asal Jawa Timur Gilcoustic. 

Penulis: Sintya Alfafa

Editor: Khefti Al Mawalia