Wonosalam, Jombang, merupakan sentra penghasil durian terbesar di Jawa Timur. Salah satu Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ada di sana, De Durian Park (DDP), berharap bahwa Wonosalam bisa menjadi pusat durian nasional. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka tanaman durian yang ada di Wonosalam harus tumbuh optimal.
Pupuk kimia menjadi pilihan untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman. Namun penggunaan pupuk kimia yang berlebihan dapat berdampak buruk bagi lingkungan. Untuk menjamin produktivitas durian yang berkelanjutan di Wonosalam, maka diperlukan alternatif yang dapat mengurangi penggunaan pupuk kimia.
Pupuk hayati dapat menjadi pilihan dalam meningkatkan produktivitas tanaman. Namun, sayangnya belum banyak pupuk hayati yang diformulasikan khusus untuk tanaman durian. Peraturan Menteri pertanian no 01 tahun 2019, menyatakan bahwa pupuk hayati tersusun dari mikroba yang dapat memberikan nutrisi kepada tanaman. Oleh sebab itu, eksplorasi mikroba yang berpotensi sebagai agen pupuk hayati perlu dilakukan sebagai langkah awal dalam memformulasikan pupuk hayati untuk tanaman durian, khususnya yang ada di Wonosalam. Eksplorasi mikroba tersebut dapat dilakukan dari perkebunan durian di Wonosalam.
Salah satu mikroba penyusun pupuk hayati adalah bakteri yang memproduksi enzim hidrolitik yang penting untuk degradasi senyawa organik. Enzim hidrolitik tersebut misalnya adalah amilase, selulase, protease, dan lipase. Saat ini, belum banyak penelitian yang melaporkan kemampuan bakteri tanah dari Perkebunan durian dalam menghasilkan enzim-enzim tersebut, terutama dari perkebunan durian di Wonosalam, Jombang. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keanekaragaman bakteri tanah yang menghasilkan enzim hidrolitik dari Perkebunan durian milik DDP di Wonosalam, Jawa Timur.
Sampel tanah dari perkebunan durian DDP diambil dari tiga lokasi yang memiliki ketinggian berbeda. Bakteri potensial penghasil enzim hidrolitik diisolasi dari sampel tersebut dengan menggunakan media selektif untuk mendapatkan bakteri penghasil enzim amilase, selulase, protease, dan lipase. Selanjutnya, bakteri yang memiliki kemampuan terbaik dikarakterisasi dan diidentifikasi berdasarkan sekuens gen 16S rRNA untuk mengetahui nama spesies bakteri yang potensial tersebut.
Pada penelitian ini diperoleh total 52 isolat bakteri yang dapat menghasilkan enzim hidrolitik. Sebanyak 13 isolat diketahui mampu menghasilkan enzim amilase, 16 isolat menghasilkan selulase, 9 isolat menghasilkan protease, dan 14 isolat mampu menghasilkan lipase. Selanjutnya, dipilih tiga isolat terbaik dari seluruh bakteri yang memiliki kemampuan menghasilkan amilase, selulase, protease, dan lipase. Seluruh isolat bakteri terbaik memiliki karakteristik yang beragam, sebagian besar merupakan kelompok bakteri Gram positif berendospora. Berdasarkan identifikasi yang dilakukan, tiga isolat terbaik penghasil selulase memiliki kesamaan dengan Bacillus anthracis, Bacillus pacificus, dan Bacillus cereus. Tiga isolat terbaik penghasil amilase memiliki kesamaan dengan Bacillus anthracis, Bacillus paranthracis, dan Bacillus paramycoides. Tiga isolat terbaik penghasil protease diketahui memiliki kesamaan dengan Bacillus pumilus, Bacillus paramycoides, dan Bacillus cereus. Tiga isolat bakteri terbaik penghasil lipase diketahui memiliki kesamaan dengan Enterobacter sichuanensis, Bacillus pacificus, dan Enterobacter asburiae. Pada penelitian lainnya, kelompok bakteri dari genus Bacillus dan Enterobacter diketahui memiliki potensi yang sangat baik dalam menghasilkan enzim yang berperan dalam mendegradasi bahan organik.
Kemampuan bakteri tanah dari perkebunan durian dalam menghasilkan enzim amilase, selulase, protease, dan lipase mendukung potensi bakteri sebagai agen pupuk hayati. Enzim yang dihasilkan tersebut berperan dalam mendegradasi bahan organik di lingkungan, misalnya dari serasah pohon durian, menjadi senyawa yang lebih sederhana yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Bakteri potensial yang diperoleh dari penelitian ini dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi formula pupuk hayati untuk tanaman durian yang mendukung pertanian berkelanjutan.
Artikel ini merupakan AIP dari:
Ni’matuzahroh, Affandi, M., Supriyanto, A., Rustantina, B., Jaiyah, L. A., Rahmawati, A., Nurhayati, H., Sari, S. K., Khiftiyah, A. M., Huri, D. 2024. Biodiversity of hydrolytic enzymes-producing soil bacteria from a Durian Park, Jombang, Indonesia: Beneficial prospect for sustainable agriculture. Biodiversitas Journal of Biological Diversity, 25(1): 392-403. https://doi.org/10.13057/biodiv/d250146





