Universitas Airlangga Official Website

Inovasi Kombinasi Kalsium Hidroksida: Ekstrak Kulit Buah Kakao dan Bubuk Ikan Teri untuk Induksi Dentin Reparatif

ilustrasi ikan teri (foto: dok istimewa)

Dalam dunia kedokteran gigi, penutupan langsung perforasi pulpa gigi adalah prosedur penting untuk menjaga vitalitas pulpa. Salah satu bahan utama yang digunakan adalah kalsium hidroksida, yang mampu merangsang pembentukan jaringan keras pada pulpa yang mengalami perforasi tersebut. Namun, meskipun efektif, kalsium hidroksida memiliki beberapa kelemahan, seperti pembentukan struktur dentin yang tidak sempurna.

Penelitian ini menghadirkan inovasi dengan mencampur kalsium hidroksida dalam skala nano dengan dua bahan alami yaitu ekstrak kulit buah kakao yang kaya antioksidan dan bubuk ikan teri yang kaya kalsium. Tujuan penelitian ini adalah menemukan komposisi optimal dari ketiga bahan ini untuk menghasilkan induksi dentin yang lebih baik.

Pada penelitian ini diaplikasikan beberapa uji untuk mendapat hasil yang komprehensif untuk mengidentifikasi karakteristik kombinasi bahan ini. Mula-mula tim peneliti membandingkan beberapa rasio campuran kalsium hidroksida, ekstrak kakao, dan bubuk ikan teri. Rasio terbaik yang ditemukan adalah 1:1:1, yang memberikan hasil terbaik dalam hal kekentalan, waktu pengerasan, pH, dan tingkat kelarutan.

Selanjutnya dilakukan uji aktivitas antioksidan pada kombinasi 1:1:1 yang menunjukkan aktivitas antioksidan yang kuat. Hal ini penting untuk meredakan peradangan dan mendukung proses penyembuhan jaringan pulpa. Uji biokompatibilitas melalui uji sitotoksisitas menunjukkan bahwa campuran ini tidak beracun dan bahkan dapat merangsang pertumbuhan sel pulpa gigi, yang menjadikannya pilihan yang aman dan efektif untuk aplikasi klinis.

Efektivitas dalam Penginduksian Dentin: Kombinasi ini tidak hanya menawarkan lingkungan yang lebih optimal untuk pembentukan dentin tetapi juga memanfaatkan keunggulan partikel nano, yang memungkinkan distribusi molekul aktif yang lebih merata dan meningkatkan ketersediaan biologis.

Inovasi ini berpotensi besar sebagai material baru dalam perawatan pulpa gigi, dengan memanfaatkan teknologi nano dan bahan alami yang mudah diperoleh. Studi lanjutan diperlukan untuk menguji efektivitas bahan ini di lingkungan klinis serta potensi penambahan uji antibakteri.

Penulis Anastasia Elsa Prahasti, Tamara Yuanita, Retno Pudji Rahayu