Penelitian tentang penggunaan campuran limbah tetes tebu (molase) dan glukosa untuk produksi biosurfaktan oleh Bacillus subtilis BK7.1 sangat menarik karena memiliki potensi untuk menghasilkan senyawa serbaguna yang dapat digunakan dalam berbagai aplikasi industri. Biosurfaktan yang dihasilkan oleh Bacillus subtilis memiliki keunggulan dalam hal biodegradabilitas, non-toksisitas, dan keberlanjutan dibandingkan dengan surfaktan sintetis. Molase adalah produk sampingan dari proses pembuatan gula yang kaya akan gula sederhana seperti sukrosa, glukosa, dan fruktosa. Selain itu, molase juga mengandung sejumlah kecil mineral, nitrogen, dan senyawa organik lainnya. Sebagai limbah industri, molase relatif murah dan melimpah, sehingga menjadikannya bahan yang potensial untuk fermentasi.
Penggunaan molase dapat mengurangi biaya bahan baku serta membantu mengurangi pencemaran lingkungan karena limbah ini seringkali dibuang begitu saja. Glukosa adalah sumber karbon yang sangat baik untuk pertumbuhan mikroorganisme, termasuk Bacillus subtilis. Ia juga penting dalam produksi biosurfaktan karena memberikan energi yang diperlukan untuk sintesis senyawa tersebut. Glukosa dapat digunakan dalam campuran dengan molase untuk memastikan ketersediaan sumber karbon yang cukup bagi bakteri, dengan mengoptimalkan fermentasi.
Bacillus subtilis BK7.1 adalah bakteri Gram-positif yang dikenal sebagai produsen biosurfaktan, seperti lipopeptida (contohnya surfaktan seperti surfaktan lipopeptida surfaktan yang disebut surfaktan seperti surfaktan lipopeptida). Bacillus subtilis BK7.1 adalah salah satu isolat yang dapat memproduksi biosurfaktan secara efektif, dan dapat menggunakan campuran molase dan glukosa untuk memaksimalkan produksi biosurfaktan.
Proses fermentasi untuk produksi biosurfaktan dapat dilakukan dengan menggunakan campuran molase dan glukosa sebagai substrat. Bacillus subtilis BK7.1 akan memfermentasi campuran ini, menghasilkan biosurfaktan yang memiliki efek emulsifikasi dan sifat menurunkan tegangan permukaan yang bermanfaat diberbagai bidang baik bidang kesehatan, pertanian, maupun pengolahan limbah. Beberapa parameter dapat diatur untuk mencapai hasil yang optimal, seperti pH, suhu, waktu fermentasi, dan konsentrasi substrat. Pencampuran molase dan glukosa dalam proporsi tertentu dapat mempengaruhi hasil biosurfaktan yang dihasilkan.
Biosurfaktan dari Bacillus subtilis BK7.1 dapat digunakan dalam produk pembersih rumah tangga atau industri, karena kemampuannya untuk menurunkan tegangan permukaan dan mengemulsi minyak atau lemak.Biosurfaktan juga dapat digunakan dalam aplikasi pengolahan minyak, termasuk untuk pemulihan minyak tertinggal (Enhanced Oil Recovery, EOR).Biosurfaktan juga dapat digunakan dalam pengendalian hayati patogen tanaman sebagai bio-pestisida.Karena sifatnya yang ramah lingkungan dan non-toksik, biosurfaktan juga digunakan dalam kosmetik sebagai bahan pembersih dan pelembab.
Keuntungan Penggunaan Campuran Molase dan Glukosasebagai bahan baku mengurangi biaya bahan baku dan memberikan nilai tambah bagi industri gula. Menggunakan limbah organik untuk menghasilkan produk berharga seperti biosurfaktan mendukung prinsip ekonomi sirkular dan ramah lingkungan.Kombinasi molase dan glukosa memungkinkan Bacillus subtilis BK7.1 untuk tumbuh secara optimal dan menghasilkan biosurfaktan dalam jumlah yang lebih besar.
Tantangan dan Pengembangan pada metode ini, adalah kualitas molase dapat bervariasi tergantung pada sumbernya dan proses produksi gula. Hal ini dapat mempengaruhi konsistensi hasil fermentasi, sehingga penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengoptimalkan rasio campuran molase dan glukosa, serta kondisi fermentasi yang paling efisien dalam memproduksi biosurfaktan dengan yield tinggi. Dengan mengembangkan campuran limbah molase dan glukosa, kita tidak hanya memanfaatkan bahan baku yang terjangkau dan ramah lingkungan, tetapi juga dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sintetis yang dapat berdampak buruk pada lingkungan.
Peneliti:
Rizky Danang Susetyo1, Endah Retnaningrum2, Wahyu Wilopo3, Suwarno Hadisusanto4, Salamun, Ni’matuzahroh, and Fatimah. Combination of Mollase and Glucose as Substrate for The Production of Biosurfactant by Bacillus subtilis BK7.1.
BIO Web of Conferences 101, 02007 (2024) 5th ICOLIB.
https://doi.org/10.1051/bioconf/202410102007
Baca juga: Potensi Isolat Lokal Bacillus sp. BT3.1 dalam Pengembangan Green Biosida





