Universitas Airlangga Official Website

Alumnus FEB Bagikan Pengalaman Tes CPNS

Grafis: Feri Fenoria Rifa'i
Grafis: Feri Fenoria Rifa'i

UNAIR NEWS – Seleksi penerimaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun 2018 dijadwalkan bakal dibuka pada akhir juli ini. Tidak dapat dimungkiri bahwa pendaftaran CPNS menjadi sesuatu yang ditunggu-tunggu banyak orang. Terlebih, musim wisuda baru digelar. Tes CPNS tetap menjadi salah satu opsi lulusan sebagai langkah pascakampus.

Merespons hal itu, Ikatan Alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Airlangga (IKAFEUA) menggelar sharing online bertajuk ”Menembus Tes Calon Pegawai Negeri Sipil 2018”. Hadir sebagai narasumber Aditya Widya Permana, S.E. Seorang staf Sub Bidang Dana Desa dan Perekonomian Daerah, Bidang Kebijakan Keuangan Daerah, Pusat Kebijakan APBN, Badan Kebijakan Fiskal, Kementerian Keuangan.

Sharing itu diadakan pada Jum’at (20/7). Hadir tidak kurang dari dua ratus peserta. Baik dari kalangan mahasiswa UNAIR, alumni, maupun umum.

”Pertama, yang ingin saya sampaikan adalah soal motivasi kepada peserta ujian. Motivasi saya dulu adalah mengabdikan diri. Sebab, semasa sekolah telah banyak menggunakan fasilitas yang disediakan negara,” kata Aditya.

”Kedua, saya harap rekan-rekan menghilangkan bayangan bahwa menjadi abdi negara itu makmur. Masih banyak pihak swasta yang memberikan insentif yang lebih besar daripada pemerintah,” imbuhnya.

Soal insentif itu, Aditya mengaku kurang paham dengan instansi yang lain. Selain itu, dia mengimbau masyarakat untuk tidak berpikir bahwa PNS (pegawai negeri sipil) banyak leha-lehanya.

”Ketiga, motivasi belajar ditujukan bukan hanya untuk ujian masuk CPNS, melainkan untuk pengembangan diri agar lebih baik secara mental dan pengetahuan pada kemudian hari,” katanya mengawali materi dalam sharing tersebut.

Aditya menyampaikan motivasi itu lantaran dirinya tidak ingin para peserta nanti mengalami demotivasi. Artinya, salah kaprah dalam menjalankan fungsinya sebagai abdi negara pada kemudian hari. Terutama, ketika mengalami realita tidak sama dengan motivasi awal peserta.

”Banyak-banyaklah berlatih dan berdiskusi. Sebab, berapa kali pun mekanisme dan jenis materinya diubah, tidak menjadi masalah jika sudah disiapkan lebih dini,” ujarnya.

Memasuki sesi tanya jawab dalam sharing itu, para peserta aktif mengajukan pertanyaan. Salah satunya, pertanyaan terkait wawancara. Misalnya, bagaimana kiat-kiat agar lulus tes wawancara.

”Apa saja yang biasanya ditanyakan? Dan, jawabannya seperi apa?,” ungkap salah seorang peserta sharing.

Menanggapi hal tersebut, Aditya menyampaikan bahwa teman-teman psikologi bisa dijadikan rujukan untuk mendalami hal itu. Sebab, itu berkenaan dengan sikap dan pembawaan diri masing-masing. Intinya terus asah kepribadian yang positif.

”Tes wawancara ini bergantung pengalaman, kalau menurut saya,” ujarnya

”Jadi, harapannya rekan-rekan apabila memiliki teman-teman psikologi bisa langsung meminta bantuan. Saya dulu mencari pengalaman wawancara melalui loker-loker (lowongan kerja, Red) yang ada. Meski loker tidak diminati, saya tetap ikuti karena ingin dapat sensasi wawancaranya,” tambahnya. (*)

Penulis: Pradita Desyanti

Editor: Feri Fenoria Rifa’i