Universitas Airlangga Official Website

PUSAKA UNAIR Tekankan Pentingnya Literasi Data untuk Dorong Peningkatan Mutu Institusi

Prof Dr Ardianto SE MSi Ak SMA CA saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Workshop Data Literacy, Mastering Data, Driving Impact. (Foto: PHMP UNAIR)
Prof Dr Ardianto SE MSi Ak SMA CA saat menyampaikan sambutan pada kegiatan Workshop Data Literacy, Mastering Data, Driving Impact. (Foto: PHMP UNAIR)

UNAIR NEWS – Pusat Satu Data dan Kecerdasan Digital (PUSAKA) Universitas Airlangga (UNAIR) bertanggung jawab untuk mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan menganalisis data untuk mendukung manajemen kampus dalam perencanaan strategis serta membantu upaya masing-masing unit menuju keunggulan organisasi. Salah satu langkah strategis PUSAKA UNAIR, yakni menghadirkan Workshop bertajuk Data Literacy Mastering Data, Driving Impact dengan peningkatan mutu berkelanjutan berbasis indikator QS Subject Rank.

Dalam sambutannya, Wakil Rektor Bidang Sumber Daya UNAIR, Prof Dr Ardianto SE MSi Ak SMA CA menegaskan bahwa kegiatan ini akan berfokus pada pembahasan data, bukan hanya metodologi. Ia menyebut bahwa UNAIR sudah membangun fondasi dan menjadi ruang institusi untuk belajar serta menggunakan data secara tepat. “Data itu bertebaran di manapun dan saya upayakan untuk diolah menjadi sebuah informasi yang akan digunakan bapak ibu sekalian untuk membantu nilai yang terbaik bagi institusi,” tegasnya pada Jumat (14/8/2026) di Auditorium THE IX, Rektorat, Kampus MERR – C UNAIR. 

Suasana Workshop Data Literacy Mastering Data, Driving Impact dengan peningkatan mutu berkelanjutan berbasis indikator QS Subject Rank, Jumat (14/8/2026). (Foto: PHMP UNAIR)
Komitmen UNAIR Mengolah Data

Prof Ardianto memperjelas pengertian literasi menjadi bagian budaya organisasi. Ia menyebut UNAIR tidak akan kalah dengan perguruan tinggi besar global kalau organisasi mau berusaha untuk terus belajar mengembangkan literasi. “Maka tadi saya katakan bahwa kita ini sedang belajar tentang bagaimana kita membaca data. Sebenarnya di perguruan tinggi yang lain di dunia, hal seperti ini sudah menjadi hal yang biasa. Jadi kalau kita tidak bisa mengejar ketertinggalan kita, ya naudzubillah jangan sampai kita tertinggal, karena sebenarnya kita tidak ada ketertinggalan,” jelasnya. 

Menurutnya, hal yang penting bukan apa yang sebenarnya ingin angka tersebut katakan atau mengapa angka itu muncul, tetapi apa yang harus institusi lakukan untuk informasi yang keluar dari angka. Dalam konteks global, rekognisi dari kemampuan tersebut berupaya meningkatkan pengakuan internasional yang saat ini terus institusi kejar. Bisa mengenai kualitas pendidikan, penelitian, publikasi, jejaring akademik, serta berbagai bentuk kontribusi kepada masyarakat. 

“Meningkatkan rangking memang penting sebagai salah satu indikator. Namun, yang jauh lebih penting adalah apa yang berada di balik angka-angka tersebut. Kualitas pendidikan yang dirasakan, penelitian yang memiliki kontribusi, lulusan yang menikmati, dan dampak kepada masyarakat,” imbuhnya.

Data Harus Menjadi Sesuatu yang Hidup

Prof Ardianto menekankan untuk setiap upaya harus didukung oleh data yang akurat, konsisten, dan dapat ditelusuri, serta dipertanggungjawabkan. Ia menambahkan bahwa mengukur pemahaman dapat melalui QS World University Rankings by Subject. Hal itu perlu mendapat tempat sebagai bagian dari upaya memahami posisi dan kekuatan akademik. “Kegiatan ini akan mengenalkan QS by Subject Analytic serta dashboard yang dapat membantu kita melihat data secara lebih strategis. Saya ingin menekankan satu hal, kita bekerja bersama untuk ranking serta membenarkan data untuk meningkatkan kualitas universitas,” ujarnya. 

Prof Ardianto berpesan bahwa pengelolaan data di masa mendatang akan menjadi sangat strategis. Ia berharap kegiatan ini dapat menjadi kesempatan untuk menyamakan pemahaman serta memperkuat koordinasi dan untuk membangun standar pengelolaan dayang yang semakin baik. “Kita ingin agar data tidak berhenti sebagai laporan administrasi yang dikirim ketika dibutuhkan. Data harus hidup dalam proses pengambilan keputusan sehari-hari,” pesannya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Ragil Kukuh Imanto