Universitas Airlangga Official Website

Harapan Baru untuk Penderita Kanker Payudara dengan Her-2 Rendah

Harapan Baru untuk Penderita Kanker Payudara dengan Her-2 Rendah
Sumber: Siloam Hospitals

Kanker payudara merupakan penyakit keganasan yang menyerang payudara. Penyakit ini memliki beberapa subtype molekuler yang respon pengobatan yang berbeda. Oleh karena itu, untuk kepentingan pemilihan obat, diperlukan hasil pemeriksaan subtype molekuler pada setiap penderita kanker payudara. Untuk menentukan subtype molekuler diperlukan pmeriksaan imunohistokimia (IHK) serta pemeriksaan amplifikasi gen seperti Fluorescent In-situ Hybridisasi (FISH) dari spesimen jaringan kanker payudara. Jenis pemeriksaan IHK yang diperlukan adalah: (1) Pemeriksaan Reseptor Estrogen (status ER), (2) Pemeriksaan Reseptor Progesteron (status PR), (3) Pemeriksaan Her2-neu (Her-2) dan (4) Pemeriksaan Ki-67 untk menentukan tingkat proliferasi sel kanker payudara. Penderita kanker payudara yang memiliki ER ataupun PR positif, memberikan respon yang baik terhadap terapi anti-estrogen maupun penghambat aromatase, sedangkan penderita dengan Her-2 postif skor-3+ memberikan respon yang baik dengan pengobatan antibodi mooklonal trastuzumab. Penderita dengan Her-2 negatif (skor-0) maupun penderita dengan Her-2 rendah (skor-1+) tidak memberikan respon terhadap pengobatan trastuzumab. Penderita dengan hasil pemeriksaan Her-2 skor-2+ memerlukan pemeriksaan lanjutan dengan metode Fluoresent In-situ Hybridisasi (FISH). Jika hasil pemeriksaan FISH positif (terdapat amplifikasi gen Her-2), maka penderita dengan Her-2 skor- 2+ akan memberikan respon yang baik dengan pemberian trastuzumab (serupa dengan Her-2 skor-3+), akan tetapi jika hasil pemeriksaan FISH negatif (tidak terdapat amplifikasi gen Her-2), maka penderita tersebut akan memberikan respon yang serupa dengan hasil Her-2 skor-1+ yakni Her-2 rendah yang tidak memberikan respon yang baik dengan pengobatan trastuzumab.

 Hasil studi klinis DESTINY-Breast04 memberikan harapan baru pada penderita kanker payudara dengan subtype Her-2 rendah. Pada studi tersebut dibuktikan bahwa penderita kanker payudara dengna Her-2 rendah memberikan respons yang baik dengan pengobatan kombinasi Trastuzumab-Deruxtecan (T-DXd). Trastuzumab deruxtecan (T-DXd) adalah terapi berbasis antibodi terkonjugasi (antibody-drug conjugate/ADC) yang telah membuka peluang baru untuk pengobatan pasien kanker payudara dengan ekspresi HER2-rendah. Subtype ini yang sebelumnya dianggap tidak sesuai untuk terapi HER2-targeted konvensional seperti trastuzumab, akan tetapi kombinasi T-DXd memiliki mekanisme aksi inovatif yang memungkinkan pengobatan pada pasien dengan ekspresi HER2 rendah. HER2-rendah mengacu pada kanker payudara yang mengekspresikan HER2 pada tingkat rendah yakni hasil IHK HER2 skor-1+ atau hasil IHK HER2 skor-2+ tanpa amplifikasi gen HER2 berdasarkan pemeriksaan FISH.

Metode terapi Trastuzumab-deruxtecan terdiri dari dua komponen utama yakni: (1) Trastuzumab berupa antibodi monoklonal yang menargetkan protein Her-2 di permukaan sel kanker, bahkan pada ekspresi rendah, (2) Deruxtecan (DXd) yang merupakan agen kemoterapi poten (topoisomerase I inhibitor) yang dilepaskan setelah internalisasi kompleks ke dalam sel tumor. Molekul deruxtecan memiliki kemampuan efek bystander, yang berarti dapat menyerang sel tumor di sekitar sel HER2-low yang terinfeksi. Keunggulan terapi Trastuzumab-deruxtecan untuk pengobatan kanker payudara subtype Her-2 rendah adalah sebagai berikut:

  • Meskipun ekspresi Her-2 rendah, trastuzumab tetap dapat mengenali dan mengikat Her-2 di permukaan sel tumor.
  • Setelah pelepasan deruxtecan, agen kemoterapi dapat menyerang sel-sel tumor di sekitarnya, termasuk yang mungkin tidak mengekspresikan Her-2 (efek bystander)

Adanya kombinasi Trastuzumab Deruxtecan memberikan manfaat yang cukup berarti pada penderita kanker payudara dengan Her-2 rendah yang menghasikan: (1) adanya pilihan pengobatan baru untuk penderita kanker payudara dengan Her-2 rendah (sebelumnya, pasien kanker payudara dengan Her-2 rendah biasanya diobati dengan kemoterapi konvensional, yang memiliki efektivitas terbatas dan efek samping yang tinggi), (2) meningkatkan kelangsungan hidup yakni pemberian T-DXd memperpanjang angka ketahanan hidup /overall survival (OS) dibandingkan kemoterapi standar pada pasien kanker payudara dengan Her-2 rendah yang sudah mengalami metastasis ke organ lain.

Dapat disimpulkan bahwa pengobatan dengan Trastuzumab-deruxtecan merupakan terobosan dalam pengobatan penderita kanker payudara dengan subtype Her-2 rendah. T-DXd memberikan pilihan pengobatan yang efektif bagi pasien kanker payudara dengan Her-2 rendah yang sudah mengalami metastasis ke organ lain atau stadium lanjut. Studi klinis menunjukkan bahwa terapi ini meningkatkan angka ketahanan hidup pasien, sehingga dapat memberikan harapan baru bagi penderita kanker payudara.

Artikel Ilmuah Populer ini diambil dari artikel jurnal dengan judul: HER-2 low in breast cancer: A new perspective for anti-HER-2 therapy dengan penulis: Afifah Jilan Hasninda and Willy Sandhika, yang diterbitkan pada jurnal Magna Scientia Advanced Research and Reviews, bulan Januari tahun 2025, volume 13 nomer 01, halaman 008-015.

Penulis: Dr. Willy Sandhika, dr., Sp.PA(K)., M.Si.

Link jurnal: https://magnascientiapub.com/journals/msarr/content/her-2-low-breast-cancer-new-perspective-anti-her-2-therapy