UNAIR NEWS – Himpunan Mahasiswa Administrasi Publik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Airlangga (UNAIR) menunjukkan kepeduliannya pada masyarakat lanjut usia melalui kegiatan bakti sosial. Kegiatan yang bertajuk Baksos Senja Ceria: Masa Senja, Cerita Penuh Makna tersebut berlangsung di Panti Werdha Usia, Jl. Undaan Kulon, Peneleh, Surabaya, Jumat (25/4/2025).
Bakti Sosial Sebagai Implementasi Tridharma Perguruan Tinggi
Ketua HIMA AP JUARA, Agym Farhan, menuturkan bahwa bakti sosial ini menjadi media pembelajaran mahasiswa untuk turun langsung ke masyarakat dan memahami arti pengabdian secara nyata. “Kita belajar untuk peduli, berbagi, dan menjadi bagian dari solusi sosial. Tridharma itu bukan hanya teori, tapi harus bisa kita hidupkan di lapangan,” ungkapnya.

Selaras dengan SDGs point ke-3 dan 11
Kegiatan Senja Ceria juga sejalan dengan poin Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin tiga tentang kehidupan sehat dan sejahtera, serta poin sebelas tentang kota dan komunitas yang berkelanjutan. Mahasiswa menghadirkan dukungan emosional dan interaksi hangat kepada para lansia, yang berkontribusi pada kesehatan mental dan kebahagiaan mereka.
“Dengan kehadiran kita, kita maksudkan dapat menciptakan lingkungan yang inklusif dan ramah segala usia. Kota yang baik harus nyaman untuk semua, termasuk untuk oma dan opa (baca: para lansia),” tambah Agym.
Aktivitas Bermakna dan Harapan Ke Depan
Kepala Departemen Sosial Masyarakat HIMA AP JUARA, Rivaldo, menyebutkan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan empati dan kedekatan emosional. Kegiatannya meliputi senam jari untuk melatih motorik dan kebugaran, serta melukis bersama sebagai media ekspresi dan mengasah kreativitas. Baksos kali ini diikuti oleh belasan mahasiswa Administrasi Publik Unair dan dihadiri oleh puluhan lansia.
“Kami ingin membawa senyum dan kebahagiaan, bukan hanya memberi bantuan, tapi juga membangun kebersamaan yang tulus,” pungkas Rivaldo.

HIMA AP berharap kegiatan ini menjadi awal dari kebiasaan baik mahasiswa maupun masyarakat untuk lebih peka, peduli, dan bersimpati terhadap kelompok rentan, khususnya para lansia. Pengalaman ini juga diharapkan menjadi pijakan pemerintah maupun komunitas lokal lainnya dalam merancang kebijakan program sosial yang inklusif, tepat sasaran, dan berkelanjutan. .
Penulis : Panca Ezza Aisal Saputra
Editor : Ragil Kukuh Imanto





