Salah satu ciri perkembangan remaja adalah memiliki rasa keingintahuan yang tinggi, yang membuat remaja ingin mencoba segala sesuatu yang belum pernah dialaminya. Pada masa remaja, hormon-hormon seksual sudah mulai aktif, sehingga menimbulkan ketertarikan terhadap lawan jenis dan munculnya dorongan seksual. Risiko utama berhubungan seks pada usia remaja diantaranya tertular Infeksi Menular Seksual (IMS) dan kehamilan yang tidak diinginkan. IMS merupakan masalah yang perlu mendapat perhatian yang cukup karena dapat mempengaruhi pada usia produktif.
Berdasarkan hasil penelitian ini, mayoritas remaja pernah menjalin hubungan atau berpacaran. Berpacaran dinilai memiliki dampak yang kompleks terhadap stres mahasiswa. Ketika menjalin hubungan atau berpacaran, remaja merasa ada seseorang yang memberikan dukungan emosional ketika lelah belajar. Berpacaran juga merupakan pengalihan yang positif dari tekanan akademis. Remaja yang mengalami hal tersebut akan memiliki rasa aman terhadap pasangannya. Perasaan ini pada akhirnya akan menimbulkan keintiman seksual pada diri remaja. Namun, hubungan seksual yang dilakukan sebelum menikah akan menimbulkan aktivitas seksual yang berisiko karena ada kemungkinan besar untuk berganti-ganti pasangan. Permasalahan yang belum terselesaikan yaitu penyakit menular seksual diperparah dengan tingginya angka kehamilan pranikah, yang sebagian besar belum siap untuk menghadapinya. Perubahan drastis dari kehidupan yang awalnya masih bergantung pada orang tua menjadi tiba-tiba harus berganti posisi sebagai orang tua tanpa persiapan dan perencanaan yang matang menimbulkan berbagai masalah yang kompleks mulai dari kesehatan mental dan fisik hingga kerugian materi yang tak terduga.
Remaja yang tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang penyakit menular seksual akan berisiko tinggi tertular penyakit menular seksual jika mereka tidak mengubah perilakunya. Bahkan jika sekelompok remaja memiliki pendidikan seksual yang sama belum tentu akan menghasilkan perilaku yang sama pula, karena kontrol diri juga merupakan hal yang penting untuk dilatih. Setiap kelompok masyarakat harus turut andil dalam meningkatkan kesadaran tentang infeksi menular seksual di lingkungan remaja. Selain itu, pemerintah dapat memperkuat regulasi dan membuat kebijakan bersama lintas sektoral seperti pendidikan, agama, hukum, dan kesehatan.
Hasil penelitian ini telah dipublikasikan pada Jurnal Althea Medical Journal yang terindeks pada Scopus Q4. Selanjutnya berdasarkan hasil penelitian ini diharapkan untuk kelompok orang dewasa sebagai orang tua harus lebih mengayomi, meningkatkan perannya dalam mengarahkan dinamika kehidupan remaja ke lingkungan yang positif tanpa adanya penilaian subyektif yang memojokkan mereka.
Penulis: Eny Qurniyawati
Informasi lebih detail mengenai artikel ini dapat dilihat pada:
https://journal.fk.unpad.ac.id/index.php/amj/article/view/3542
Qurniyawati, E., Husnina, Z., Sari, J. D. E., Azzahra, A., & Shabrina, I. N. (2025). Spatial Pattern Analysis of Dating Status as a Risk Factor on Adolescent Sexual Activity in Surabaya, Indonesia. Althea Medical Journal, 12(1), 28-35.





