UNAIR NEWS – Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan Fakultas Teknologi Maju dan Multidisiplin (FTMM) menjalani proses asesmen lapangan. Kegiatan tersebut berlangsung dua hari, Jumat-Sabtu (18-19/7/2025) di Gedung Nano, Kampus MERR-C UNAIR. Asesmen lapangan menjadi bagian penting dalam pencapaian akreditasi dari Lembaga Akreditasi Mandiri Informatika dan Komunikasi (LAMINFOKOM).
Dalam asesmen ini menghadirkan dua asesor. Yakni Heru Suhartanto, Prof Drs MSc PhD dari Universitas Indonesia dan Dwijoko Purbohadi Dr ST MT dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Keduanya hadir secara langsung di ruang rapat, dengan pendampingan Dekan FTMM Universitas Airlangga Prof Dr Dwi Setyawan SSi MSi Apt.

Turut hadir perwakilan Direktorat Sumber Daya Manusia; Direktorat Kemahasiswaan; Direktorat Pendidikan; Direktorat Sarana Prasarana. Juga Direktorat Pengembangan Karir, Inkubasi Kewirausahaan, dan Alumni; Direktorat Inovasi dan Pengembangan; Badan Penjaminan Mutu; Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat; dan Lembaga Inovasi, Pengembangan Jurnal, Penerbitan, dan Hak Kekayaan Intelektual.
Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni Prof Dr Bambang Sektiari Lukiswanto DEA DVM membuka asesmen lapangan. Dengan pendampingan Dekan FTMM, juga Koordinator Program Studi Teknik Robotika dan Kecerdasan Buatan Purbandini SSi MKom.
“Ini menjadi kesempatan. Asesmen menunjukkan kinerja peningkatan kualitas demi tujuan bersama. Sudah menjadi komitmen termasuk prodi yang divisitasi. Kami siap menyempurnakan, melengkapi dan menanyakan barangkali menjadi titik diskusi di dalam kelengkapan dokumen kami,” jelas Prof Bambang.
Prof Bambang menambahkan, yang lebih penting dari asesmen ini adalah insight dari asesor untuk pengembangan prodi. Sebagai prodi baru, UNAIR melihat bahwa minat mahasiswa luar biasa lantaran bisa menjadi daya tarik prodi kami sesuai keb perkembangan zaman.
Berikan Perhatian Aspek SDM Jelang Akreditasi
Sementara Prof Dr Dwi Setyawan menambahkan, aspek sumber daya menjadi perhatian. Seperti keikutsertaan 12 dosen dalam sertifikasi, juga jabatan fungsional 1 orang sudah masuk lektor kepala dalam waktu 5 tahun. Dalam kondisi ini, fakultas sudah melakukan pengelolaan anggaran dan SDM dengan baik. “Anggaran kita cukup baik sehingga fasilitas yang ada cukup berkembang,” jelas Prof Dwi.
Pada agenda hari pertama, asesmen terisi dengan penandatangan pernyataan AL, agenda kunjungan ke ruang kelas di lt 6, dosen, laboratorium TRKB, dan sarana prasarana pendukung seperti workshop. Juga Pembahasan Kriteria A, B, C1, C2, dan E. Hari pertama, juga turut hadir unsur perwakilan dari DPKKA, Perpustakaan, Direktorat SDM, dan Direktorat Kemahasiswaan.
Sementara di hari kedua, asesor melakukan konfirmasi perihal kurikulum, beban kinerja dosen, kegiatan pengabdian masyarakat, riset bahkan pengenalan tenaga kependidikan. Dalam wawancara hari kedua, sejumlah dosen dari FTMM dan FST ikut hadir, juga tenaga kependidikan mewakili unsur sekretariat, akademik, keuangan dan sarpras. Di ruang terpisah, asesor melakukan wawancara dengan mahasiswa dan alumni juga pengguna lulusan.
Prof Heru saat hari kedua mengatakan, mengucapkan terima kasih kepada FTMM. Dari hasil wawancara dan visitas sarana prasarana, sudah sangat baik. Tantangannya untuk meningkatkan dan menjaga sarana dan prasarana. Hasil dari prestasi, sudah di tingkat internasional dan perlu adanya peningkatan, khususnya pemecahan masalah bersama lewat kolaborasi.
“Dan dari wawancara, ada beberapa saran. Untuk dosen lebih meningkatkan topik penelitian dosen dan review artikel terkini. Kemudian dari segi pengembangan tenaga kependidikan, perlu dirutinkan setiap tahun, sehingga mampu menggunakan teknologi untuk mendukung kualitas kinerja prodi dan fakultas,” jelas Prof Heru.
Penulis: Andri Hariyanto
Editor: Yulia Rohmawati





