Universitas Airlangga Official Website

Penyakit Akibat Cakaran Kucing: Ancaman Tersembunyi dari Hewan Peliharaan

Ilustrasi Kucing (Sumber: IDN Times)
Ilustrasi Kucing (Sumber: IDN Times)

Penyakit akibat cakaran kucing (Cat Scratch Disease/CSD) adalah infeksi sistemik yang disebabkan oleh bakteri Bartonella henselae. Bakteri ini berbentuk batang, bersifat intraseluler (hidup di dalam sel), tidak memiliki alat gerak, dan termasuk dalam golongan Gram negatif. Menariknya, meskipun penyakit ini telah dikenal sejak tahun 1931, penyebab utamanya baru berhasil diidentifikasi beberapa dekade kemudian.

Cat Scratch Disease (CSD) lebih sering ditemukan di daerah dengan iklim hangat dan lembap, dan kasusnya cenderung meningkat pada musim gugur dan musim dingin. Infeksi biasanya terjadi setelah seseorang tergaruk atau tergigit oleh kucing yang terinfeksi, terutama anak kucing. Luka kecil ini menjadi pintu masuk bakteri ke dalam tubuh manusia.

Tubuh manusia akan merespons secara cepat melalui sistem imun bawaan, terutama oleh sel darah putih seperti neutrofil dan makrofag. Pada tahap awal infeksi, pemeriksaan jaringan kulit dan kelenjar getah bening menunjukkan adanya pertumbuhan berlebihan jaringan limfoid dan pembuluh darah kecil (arteriola).

Untuk mendeteksi penyakit ini, tes awal yang paling umum digunakan adalah ELISA (enzyme-linked immunosorbent assay) atau uji fluoresensi tidak langsung. Menariknya, kucing yang terinfeksi secara alami biasanya tidak menunjukkan gejala, meskipun dalam darahnya terdapat bakteri (bakteremia). Namun, pada manusia, infeksi bisa menyebar ke organ seperti hati, limpa, mata, bahkan sistem saraf pusat, terutama pada orang dengan sistem kekebalan yang lemah.

Faktor utama penyebaran bakteri B. henselae dari kucing adalah kutu kucing (Ctenocephalides felis) karena dapat ditularkan dari hewan ke manusia. Penyakit ini menjadi perhatian penting dalam kesehatan masyarakat.

Penanganan infeksi Bartonella bervariasi tergantung pada kondisi sistem imun pasien dan gejala klinis yang muncul. Sayangnya, efektivitas antibiotik dalam mengatasi penyakit ini masih menunjukkan hasil yang bervariasi antara studi laboratorium dan pengobatan langsung pada pasien. Oleh karena itu, pencegahan menjadi langkah terbaik, yaitu dengan menjaga kebersihan kucing, membasmi kutu, dan menghindari cakaran atau gigitan dari kucing, terutama anak kucing.

Penulis: Yulianna Puspitasari, drh., M.VSc.

Informasi detail terkait artikel dapat dilihat pada: https://www.openveterinaryjournal.com/fulltext/100-1732801319.pdf?1753436449