UNAIR NEWS – Seorang pemimpin mendapatkan tuntutan untuk menghadirkan pidato yang menarik. Oleh karena itu, skill public speaking merupakan hal yang sangat penting. Association of Sharia Economic Student (AcSES) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar webinar berjudul AcSES Talk pada Sabtu (13/9/2025) secara daring.
Webinar ini menghadirkan Afrizal Naufal Ghani, Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR, dengan segudang pengalaman public speaking. Ia memiliki lebih dari 50 pengalaman public speaking dan pernah menjadi student speaker dalam acara TEDxUniversitasAirlangga.
Ghani, sapaan akrabnya, menjelaskan rasa percaya diri yang muncul saat berbicara di depan umum bisa dilatih. Seperti halnya belajar menaiki sebuah sepeda. Semakin sering dilakukan maka semakin percaya diri dan handal dalam melakukannya.
“Semakin banyak bicara maka semakin banyak kosakata. Jika tidak memiliki panggung untuk public speaking, manfaatkan sesi presentasi yang ada di kelas. Jangan pernah menyianyiakan panggung public speaking yang diberikan ke kalian,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa rasa takut yang muncul saat berbicara di depan umum muncul karena ketidaksiapan diri. Biasanya hal ini karena ekspektasi yang tidak diketahui seperti pertanyaan yang akan ditanyakan bahkan persiapan yang belum matang.
Karakter Pembicara
Karakter pembicara dalam public speaking biasanya menjadi kunci bagaimana pesan diterima audiens. Hal ini juga menjadi sorotan dalam AcSES Talk. Menurut Ghani, biasanya karakter ini muncul dengan melihat salah satu role model atau saat diri sudah merasa nyaman ketika berbicara didepan umum.
Hal ini membuat Ghani menggaris bawahi jika ingin menemukan karakter maka hal pertama yang harus dipikirkan adalah seberapa handal seseorang saat berbicara. “Semakin lama rasa nyaman dan kecakapan dalam berbicara akan memunculkan karakter itu,” ucapnya.
Kemudian, passion dalam public speaking juga merupakan hal yang bisa bertumbuh seiring dengan berjalannya waktu. Hal ini karena kesempatan berbicara bisa semua orang lakukan dan bisa berkembang sebaik mungkin.
Kendala Public Speaking
Selain karakter public speaking, AcSES juga mengulas mengenai kendala yang ada pada saat public speaking. Kendala pemilihan kata yang terbelit saat berbicara merupakan salah satu yang menjadi sorotan. Ghani memiliki tips untuk mengatasi ketika hal ini terjadi.
“Jika saat berbicara terbeli-belit maka beri waktu kepada diri kita untuk berpikir. Namun, agar tidak terlihat terjeda maka beri kesempatan audiens untuk berbicara. Lempar pertanyaan interaktif kepada audiens dan berpikirlah saat audiens menjawab,” tuturnya.
Kemudian, Ghani juga memberi tips cara mengatasi audiens yang kurang interaktif atau tidak bersemangat. Ia mengatakan ketika audiens terlihat bosan, maka bisa jadi masalah ada pada pemateri yang kurang bisa melihat karakter audiens.
Ia sendiri membedakan audiens menjadi beberapa karakter, yakni anak-anak, remaja, dewasa muda, ibu-ibu, dan bapak-bapak. Menurutnya mereka memiliki cara penanganan yang berbeda. “Dewasa muda adalah yang paling gampang ditangani karena kuncinya adalah tahu apa yang mereka ingin dengar. Sedangkan, bapak-bapak adalah yang paling susah namun bisa diatasi dengan kerendahan hati,” jelasnya.
Penulis: Rizma Elyza
Editor: Yulia Rohmawati





