Atresia bilier adalah penyakit kolangitis progresif pada bayi yang dapat menyebabkan kolestasis, fibrosis saluran empedu, dan sirosis hati jika tidak diobati. Kondisi ini biasanya muncul dalam beberapa minggu pertama kehidupan dengan ikterus yang berkepanjangan, tinja tanpa pigmen empedu, dan pembesaran hati. Meskipun etiologinya belum jelas, berbagai faktor telah dikaitkan, termasuk kerentanan genetik, gangguan imun, dan infeksi perinatal. Diagnosis dini dan intervensi tepat waktu, terutama melalui operasi Kasai porto-enterostomi, sangat penting dalam meningkatkan hasil pengobatan pasien dan menunda progresivitas ke penyakit hati stadium akhir.
Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik demografis, klinis, dan laboratorium pada bayi dengan atresia bilier serta mengidentifikasi faktor prognostik yang memengaruhi hasil pengobatan. Studi observasional retrospektif dilakukan, dengan menganalisis catatan medis 152 bayi yang didiagnosis dengan atresia bilier selama periode tiga tahun. Data meliputi manifestasi klinis, temuan laboratorium, prosedur diagnostik, dan hasil pengobatan didapatkan dari rekam medis.
Studi ini  menunjukkan usia rata-rata pasien 13,9 minggu, dengan onset ikterus pada 3,3 minggu dan durasi rata-rata 10,7 minggu. Tingkat kelangsungan hidup keseluruhan adalah 81,6%, sementara 48% mengalami kegagalan pengobatan. Tingkat pemulihan secara signifikan terkait dengan usia yang lebih muda pada saat diagnosis (p=0,000), durasi ikterus yang lebih pendek (p=0,002), dan tidak adanya hipertensi portal (p<0,001). Temuan ini menyoroti pentingnya diagnosis dan intervensi dini dalam meningkatkan hasil pengobatan atresia bilier. Penelitian yang berfokus pada optimalisasi strategi pengobatan untuk meningkatkan kelangsungan hidup jangka Panjang masih diperlukan.
Penulis: Dr. Bagus Setyoboedi, dr.,Sp.A(K)
Informasi detail artikel: Rahmah FN, Prihaningtyas RA, Setyoboedi B, Arief S. Varied Characteristics of Recovered Patients with Biliary Atresia. Korean J Gastroenterol. 2025 Jul 25;85(3):357-365. doi: 10.4166/kjg.2025.020. PMID: 40709426.





