Masa remaja merupakan fase penting dalam pembentukan kebiasaan hidup yang akan bertahan hingga dewasa. Pada tahap ini, remaja mulai menentukan pola makan, aktivitas fisik, serta kebiasaan sosial yang memengaruhi kesehatan jangka panjang. Perubahan gaya hidup remaja di perkotaan yang serba cepat dan praktis membuat mereka lebih sering mengonsumsi makanan cepat saji, minuman tinggi gula, serta menghabiskan waktu di depan layar. Kondisi ini meningkatkan risiko penyakit tidak menular seperti obesitas, diabetes, dan gangguan metabolik. Data Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menunjukkan bahwa kasus diabetes melitus tipe 2 pada remaja meningkat hingga 70 persen pada 2023 akibat perubahan gaya hidup.
Peran Teman Sebaya dalam Gaya Hidup Remaja
Teman sebaya memiliki pengaruh besar terhadap perilaku remaja, baik positif maupun negatif. Lingkungan sosial di sekitar mereka sering menentukan pola kebiasaan yang diikuti. Misalnya, remaja yang bergaul dengan teman yang merokok memiliki kemungkinan lebih tinggi untuk mencoba rokok. Hal serupa juga terjadi pada perilaku makan, penggunaan media sosial, bahkan pada keputusan untuk berolahraga atau tidak. Sayangnya, pengaruh teman sebaya dalam mendorong kebiasaan hidup sehat masih rendah.
Pemberdayaan teman sebaya menjadi salah satu strategi efektif untuk membentuk gaya hidup sehat di kalangan remaja. Konsep ini mengajak remaja untuk menjadi agen perubahan bagi lingkungannya melalui peningkatan kesadaran, motivasi, dan kemampuan mengambil keputusan yang sehat. Dengan melibatkan teman sebaya secara aktif, promosi kesehatan tidak hanya datang dari luar. Tetapi tumbuh dari dalam kelompok remaja itu sendiri.
Temuan dari Remaja Surabaya
Penelitian terhadap 205 remaja di empat kecamatan di Surabaya menunjukkan bahwa pemberdayaan teman sebaya sangat dipengaruhi oleh empat faktor utama, yaitu sikap, manfaat yang dirasakan, afek, dan motivasi. Remaja dengan motivasi tinggi dan sikap positif terhadap gaya hidup sehat lebih mampu memengaruhi teman-temannya untuk berperilaku sehat. Temuan ini juga menegaskan bahwa meskipun remaja memiliki potensi besar untuk menjadi penggerak perubahan, kapasitas mereka dalam mempromosikan gaya hidup sehat masih perlu ditingkatkan melalui pelatihan dan pendampingan.
Program pemberdayaan teman sebaya di sekolah menjadi langkah strategis untuk memperkuat kesadaran kesehatan di kalangan remaja perkotaan. Dengan dukungan dari tenaga pendidik, orang tua, dan tenaga kesehatan, remaja dapat dilatih untuk menjadi contoh dalam menerapkan kebiasaan sehat. Seperti menjaga pola makan, aktif bergerak, dan menghindari perilaku berisiko.
Langkah Lanjut untuk Membangun Generasi Sehat
Pemberdayaan teman sebaya terbukti efektif dalam meningkatkan gaya hidup sehat di kalangan remaja. Faktor seperti sikap, manfaat yang dirasakan, afek, dan motivasi berperan penting dalam keberhasilan program ini. Penguatan kapasitas remaja sebagai agen perubahan perlu terus dikembangkan melalui pendekatan partisipatif yang berfokus pada kesadaran kritis dan kemampuan mengambil keputusan sehat. Dengan strategi yang tepat, pemberdayaan teman sebaya dapat menjadi fondasi kuat untuk membentuk generasi muda yang sehat, aktif, dan berdaya di lingkungan perkotaan.
Penulis: Praba Diyan Rachmawati, S.Kep., Ns., M.Kep.
Informasi lebih lanjut mengenai penelitian ini dapat diakses di link berikut ini: https://www.scopus.com/pages/publications/105010708713





