UNAIR NEWS – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Airlangga (FKG UNAIR). Tim yang terdiri dari Felice Kanaya Chandra, Akmal Umara Adli, dan Bayu Cahyo Bintoro berhasil meraih Juara 1 kategori International Literature Review dalam ajang The 8th Hasanuddin Dentistry Scientific Competition (HDSC) 2025, sebuah kompetisi ilmiah kedokteran gigi tingkat internasional yang menekankan praktik evidence-based dentistry.
Dalam penyusunan karya, tim membagi peran secara kolaboratif. Felice Kanaya Chandra dan Bayu Cahyo Bintoro berfokus pada screening literatur, ekstraksi data, serta penilaian risiko bias. Sementara itu, Akmal Umara Adli berperan dalam perancangan konsep penelitian, analisis meta-analisis menggunakan RevMan, serta penyusunan interpretasi hasil dan diskusi ilmiah. “Seluruh proses kami jalani secara kolaboratif dengan diskusi intensif di setiap tahap,” ungkap tim.
Angkat Terapi Periodontal Berbasis Evidence-Based Dentistry
Tim memilih kategori International Literature Review karena mampu menjembatani penelitian dasar dengan implikasi klinis serta menuntut ketelitian metodologis tinggi. Kategori ini mereka nilai strategis untuk memperkuat praktik kedokteran gigi berbasis bukti ilmiah.
Karya ilmiah yang diangkat membahas perawatan periodontal berbasis evidence-based dentistry pada pasien diabetes melitus tipe 2. Penyakit periodontal memiliki hubungan dua arah dengan kondisi sistemik, sementara efektivitas terapi tambahan non-antibiotik masih menjadi perdebatan. Oleh karena itu, tim mengkaji ICG-mediated antimicrobial photodynamic therapy (aPDT) sebagai terapi tambahan yang berpotensi meningkatkan hasil perawatan periodontal konvensional.
Melalui systematic review dan meta-analisis, tim mengevaluasi efektivitas kombinasi adjunctive ICG-mediated aPDT dengan scaling and root planing (SRP) terhadap parameter Probing Pocket Depth (PPD) dan Clinical Attachment Level (CAL). “Hasil kajian kami menunjukkan adanya peningkatan klinis yang signifikan dibandingkan SRP saja, khususnya pada follow-up enam bulan,” jelas tim.
Proses Riset, Tantangan, dan Makna Kemenangan
Proses penyusunan karya mengikuti PRISMA 2020 guidelines, bermula dari pencarian literatur sistematis hingga analisis kuantitatif menggunakan RevMan 5.4.1. Tantangan terbesar yang tim hadapi adalah tingginya heterogenitas antar studi, baik dari segi protokol, parameter laser, maupun karakteristik pasien.
Tim mengatasinya melalui subgroup analysis, interpretasi kritis, serta diskusi intensif bersama dosen pembimbing Prof Dr Ernie Maduratna Setiawatie drg MKes Sp Perio (K) untuk menjaga konsistensi ilmiah dan relevansi klinis. Keberhasilan ini menjadi capaian penting bagi tim. “Prestasi ini memotivasi kami untuk mengembangkan karya ke arah publikasi jurnal internasional bereputasi,” tutup tim.
Penulis: Dara Devinta Faradhilla
Editor: Ragil Kukuh Imanto





