Ayam broiler masih menjadi prioritas utama dalam memenuhi kebutuhan protein manusia. Dengan keuntungan seperti tidak memerlukan lahan yang luas, kaya nutrisi, pertumbuhan yang cepat, dan efisiensi dalam mengubah pakan menjadi daging, broiler menjadi pilihan favorit bagi banyak peternak. Meskipun demikian, broiler juga memiliki kecenderungan tinggi terhadap sifat-sifat berlemak, yang dapat diakibatkan oleh gen-gen pembentuk lemak. Ayam broiler merupakan salah satu penyumbang terbesar protein hewani dari peternakan dan menjadi komoditas unggulan, di mana industri broiler berkembang pesat seiring dengan meningkatnya permintaan konsumen terhadap daging ayam. Daging ayam broiler mudah ditemukan baik di pasar modern maupun tradisional, dan produksi daging broiler yang lebih besar dilakukan di rumah potong ayam modern maupun tradisional. Tujuan dari usaha peternakan broiler adalah untuk memproduksi karkas dengan bobot tinggi dan kandungan lemak rendah. Karkas broiler adalah daging dan tulang ayam setelah dipisahkan dari kepala hingga pangkal leher dan dari kaki sampai lutut, dengan bulu yang sudah dicabut dan isi rongga perut yang telah dibersihkan. Karkas berkualitas baik mengandung sedikit lemak.
Seiring dengan meningkatnya kesadaran publik terhadap keamanan pangan, para produsen makanan, termasuk pelaku usaha peternakan, dituntut untuk meningkatkan kualitas produk mereka. Kualitas karkas tidak hanya bergantung pada preferensi konsumen tetapi juga mengikuti standar tertentu sebagai acuan. Di Indonesia, karkas yang layak konsumsi harus memenuhi Standar Nasional Indonesia, mulai dari metode penanganan, metode pemotongan, ukuran dan kualitas, hingga persyaratan bahan asal, persiapan karkas, pemrosesan pascapanen, bahan tambahan, dan kualitas produk akhir. Faktor yang mempengaruhi kualitas karkas broiler dapat terjadi sebelum dan setelah pemotongan. Salah satu faktor sebelum pemotongan yang berdampak pada kualitas karkas adalah pakan, termasuk aditif seperti hormon, antibiotik, atau mineral. Penggunaan komponen tersebut dapat menyebabkan kualitas karkas yang buruk. Oleh karena itu, pemilihan bahan pakan yang tepat sangat penting. Salah satu alternatif yang dapat digunakan untuk meningkatkan kualitas broiler adalah dengan memberikan probiotik. Probiotik adalah mikroorganisme hidup non-patogen yang diperkenalkan ke dalam pakan dan dapat membantu memperbaiki keseimbangan bakteri di dalam saluran pencernaan. Hal ini berpengaruh positif terhadap laju pertumbuhan, meningkatkan produksi daging, efisiensi penggunaan ransum, dan kesehatan hewan.
Probiotik merupakan upaya untuk mendukung ketahanan pangan melalui produksi pakan berbasis mikroba. Dengan menambahkan bahan mikroba ke dalam pakan, kita dapat menghasilkan bahan makanan berbasis hewan yang berkualitas tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dampak probiotik yang mengandung Bacillus subtilis dan Bacillus coagulans terhadap sifat-sifat penting pada broiler, termasuk persentase karkas, konsumsi pakan, rasio konversi pakan (FCR), dan persentase lemak abdominal. Penelitian ini menyoroti bagaimana probiotik dapat memengaruhi efisiensi metabolik, pemanfaatan nutrisi, dan deposisi lemak pada broiler. Hal ini memberikan wawasan baru tentang peran multifaset probiotik dalam optimalisasi sistem produksi broiler. Penerapan probiotik dalam praktik peternakan unggas dapat membangun pengetahuan berharga untuk mendukung metode budidaya yang berkelanjutan dan mempromosikan kesehatan. Dari hasil penelitian, terlihat bahwa probiotik cair B. coagulans dan B. subtilis pada dosis 4 ml memberikan efek dan hasil terbaik dalam pemeliharaan broiler. Dengan memperhatikan pengaruh positif tersebut, penggunaan probiotik dapat membantu meningkatkan kualitas karkas unggas dan mendukung kesehatan hewan.
Secara keseluruhan, pemanfaatan probiotik dalam pakan broiler menawarkan potensi signifikan untuk meningkatkan kualitas daging unggas yang dihasilkan. Dengan fokus pada efisiensi pertumbuhan, pengurangan lemak abdominal, dan peningkatan kesehatan hewan, penggunaan probiotik seperti Bacillus coagulans dan Bacillus subtilis tidak hanya bermanfaat bagi kualitas produk tetapi juga untuk keberlanjutan industri peternakan secara keseluruhan.
Inovasi dalam penggunaan teknologi pakan melalui probiotik memberikan solusi yang relevan untuk memenuhi permintaan daging ayam yang terus meningkat, serta meningkatkan





