Roti lebah, produk yang difermentasi secara alami, kaya akan senyawa bioaktif, seperti flavonoid, fenolik, dan asam lemak esensial, yang menunjukkan potensi terapeutik yang menjanjikan. Studi ini mengevaluasi karakteristik fisikokimia dan aktivitas biologis roti lebah yang diformulasikan menjadi mikropartikel (BbNP) pada konsentrasi yang berbeda (0,1, 0,5, dan 1 g) dibandingkan dengan bubuk roti lebah (BbHi) dan mikroemulsi (BbNPE). Analisis ukuran partikel (PSA) mengungkapkan bahwa BbNP pada 0,1 g dan 0,5 g menunjukkan ukuran partikel rata-rata terkecil (>1000 nm), yang mengindikasikan pembentukan mikropartikel yang stabil dengan distribusi yang sempit. Spektrum Fourier-transform infrared (FTIR) mengonfirmasi stabilitas gugus fungsi utama (–OH, C=O, dan C–O) yang terkait dengan senyawa fenolik dan flavonoid setelah enkapsulasi. Aktivitas antioksidan yang dinilai dengan uji DPPH menunjukkan bahwa BbNP 0,5 g memiliki kapasitas penangkap radikal tertinggi (IC50 = 41,15 μg/mL), yang hampir setara dengan vitamin C (IC50 = 39,81 μg/mL). Demikian pula, uji anti-inflamasi menunjukkan bahwa BbNP 0,5 g memiliki IC50 terendah (63,07 μg/mL), hampir menyamai indometasin (IC50 = 40,46 μg/mL), dengan perbedaan yang signifikan (p < 0,05). Uji antibakteri menunjukkan bahwa BbNP (0,5 g) menghasilkan zona hambat yang paling besar, terutama terhadap Staphylococcus epidermidis (17,89 ±1,82 mm) dan Propionibacterium acnes (15,11 ±1,77 mm), yang menunjukkan peningkatan potensi antimikroba setelah formulasi menjadi mikropartikel. Kesimpulannya, mikropartikel secara signifikan meningkatkan bioaktivitas bee bread, terutama pada konsentrasi 0,5 g. Hasil ini mendukung potensi pengembangan mikropartikel roti lebah sebagai sumber alami antioksidan, antiinflamasi, dan agen antimikroba untuk aplikasi makanan fungsional dan farmasi.
Penulis: Rico Ramadhan
Departemen Kimia, FST UNAIR
Riset Grup Eksplorasi dan Sintesis Senyawa Bioaktif (ESBC)
PUI-PT Pusat Riset Rekayasa Molekul Hayati (BIOME)
Universitas Airlangga
Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada artikel ilmiah di:
https://www.sciencedirect.com/science/article/pii/S221242922502111X





