Di era transformasi digital, perangkat lunak telah menjadi tulang punggung hampir seluruh aktivitas manusia. Layanan perbankan, sistem pendidikan, transportasi, hingga layanan publik kini bergantung pada aplikasi digital. Namun, di balik kemudahan tersebut, terdapat satu tahapan krusial yang sering luput dari perhatian publik, yakni pengujian perangkat lunak.
Pengujian perangkat lunak bertujuan memastikan sistem berjalan sesuai fungsi, aman, dan bebas dari kesalahan. Sayangnya, seiring meningkatnya kompleksitas sistem digital, metode pengujian konvensional semakin sulit mengimbangi tuntutan kecepatan dan akurasi. Kondisi ini mendorong pemanfaatan kecerdasan buatan, khususnya deep learning, sebagai solusi alternatif.
Tren Riset yang Terus Meningkat
Sebuah penelitian yang dipublikasikan oleh Springer memetakan perkembangan riset global mengenai penggunaan deep learning dalam pengujian perangkat lunak. Berdasarkan analisis ratusan publikasi ilmiah internasional, penelitian ini menunjukkan bahwa minat terhadap topik tersebut meningkat pesat sejak tahun 2017.
Peningkatan ini sejalan dengan kebutuhan industri teknologi yang menuntut proses pengembangan perangkat lunak yang lebih cepat, efisien, dan andal. Pengujian manual yang selama ini digunakan dinilai memakan waktu, biaya, serta berpotensi menimbulkan kesalahan manusia.
Peran Deep Learning dalam Pengujian
Berbeda dengan pendekatan tradisional, deep learning bekerja dengan mempelajari pola dari data dalam jumlah besar. Dalam konteks pengujian perangkat lunak, teknologi ini dimanfaatkan untuk berbagai keperluan, seperti memprediksi potensi kesalahan pada kode program, menganalisis kualitas perangkat lunak secara otomatis, serta membantu proses pengujian tanpa campur tangan manusia secara langsung.
Penelitian tersebut menunjukkan bahwa fokus utama riset saat ini masih berkutat pada prediksi kesalahan dan otomatisasi pengujian. Pendekatan ini dinilai efektif untuk meningkatkan kualitas perangkat lunak sekaligus menekan biaya pengembangan.
Kolaborasi Global dan Peluang Riset
Kajian tersebut juga mengungkap kuatnya kolaborasi internasional dalam pengembangan riset deep learning dan pengujian perangkat lunak. Negara-negara dengan ekosistem teknologi yang maju menjadi pusat penelitian, namun keterlibatan peneliti dari berbagai belahan dunia terus meningkat.
Meski demikian, masih terdapat sejumlah bidang yang relatif belum banyak dikaji. Beberapa di antaranya adalah pengujian berbasis model, pengujian eksploratif, serta pengujian sistem dalam kondisi ekstrem. Kekosongan ini membuka peluang bagi peneliti, termasuk dari Indonesia, untuk berkontribusi secara lebih signifikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Dampak bagi Industri dan Masyarakat
Penerapan deep learning dalam pengujian perangkat lunak bukan hanya relevan bagi kalangan akademisi. Bagi industri, teknologi ini berpotensi meningkatkan keandalan sistem digital, mempercepat waktu peluncuran produk, serta mengurangi risiko kegagalan layanan.
Sementara bagi masyarakat luas, kualitas perangkat lunak yang lebih baik berarti layanan digital yang lebih aman, stabil, dan dapat dipercaya. Dalam jangka panjang, hal ini menjadi faktor penting dalam mendukung transformasi digital nasional.
Penutup
Perkembangan deep learning telah membawa perubahan signifikan dalam berbagai bidang, termasuk pengujian perangkat lunak. Melalui pemetaan riset yang komprehensif, kita dapat melihat bahwa teknologi ini tidak hanya menjadi tren sesaat, melainkan bagian penting dari masa depan pengembangan sistem digital.
Ke depan, tantangan terbesar bukan hanya pada penguasaan teknologi, tetapi juga pada kemampuan memanfaatkannya secara strategis untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Dalam konteks inilah, riset dan inovasi di bidang deep learning dan pengujian perangkat lunak menjadi semakin relevan dan mendesak.
Penulis: Indra Kharisma Raharjana
Detail tulisan inid apat dilihat di link berikut: https://link.springer.com/article/10.1007/s44163-025-00596-z





