Septic shock pada anak merupakan kondisi medis darurat yang sering kali berujung pada disfungsi organ dan tingginya angka kematian, meskipun dengan pengobatan terbaik yang tersedia. Perawatan di unit perawatan intensif pediatrik (PICU) menuntut pemantauan hemodinamik yang akurat dan cepat untuk menilai respon pasien terhadap terapi serta memprediksi risiko buruk, termasuk kematian.
Baru-baru ini, sekelompok peneliti dari Indonesia melakukan studi penting tentang elastisitas arteri dinamis (dynamic arterial elastance atau Eadyn) sebagai alat pemantauan yang potensial untuk mengevaluasi keadaan hemodinamik pada anak yang mengalami septic shock, dengan menggunakan Pressure Recording Analytical Method (PRAM). Temuan ini membawa harapan baru bagi dokter dalam membuat keputusan klinis yang lebih tepat dan terukur di unit perawatan intensif anak.
Elastisitas arteri dinamis atau Eadyn adalah parameter fisiologis yang mengukur kemampuan pembuluh darah arteri untuk meningkatkan tekanan arteri sebagai respons terhadap perubahan volume dan aliran darah. Singkatnya, Eadyn mencerminkan tonus atau kekakuan arteri saat tubuh menghadapi kondisi kritis. Pada septic shock, sistem pembuluh darah sering terpengaruh secara signifikan oleh peradangan dan disfungsi vaskular, sehingga pengukuran parameter seperti Eadyn dapat memberikan insight lebih dalam terhadap keadaan hemodinamik pasien.
Metode yang digunakan dalam studi ini adalah Pressure Recording Analytical Method(PRAM), yaitu teknik invasif yang menghubungkan sensor dengan jalur arteri untuk secara real-time menghitung berbagai variabel hemodinamik tanpa memerlukan kalibrasi eksternal seperti metode tradisional lainnya. PRAM telah digunakan untuk mengukur tekanan darah arteri, cardiac output, indeks denyut jantung, dan resistensi vaskular secara terus menerus, menjadikannya alat yang ideal untuk evaluasi pasien kritis di ICU.
Penelitian ini melibatkan anak-anak usia 6 bulan hingga 18 tahun yang dirawat di PICU dengan diagnosis septic shock. Semua peserta menerima resusitasi hemodinamik standar dan obat vasoaktif sesuai kebutuhan. Data Eadyn dan variabel hemodinamik lain diukur selama periode observasi, termasuk tekanan darah arteri, tekanan vena sentral, output jantung, indeks volume sekuncup (stroke volume index), dan resistensi vaskular sistemik.
Hasilnya menunjukkan bahwa Eadyn berkorelasi signifikan dengan cardiac index dan resistensi vaskular sistemik pada hari kedua dan ketiga setelah inisiasi perawatan. Selain itu, Eadyn juga memiliki hubungan yang konsisten dengan indeks daya jantung (cardiac power output) dan stroke volume index sepanjang ketiga hari observasi. Secara klinis, nilai Eadyn lebih tinggi ditemukan pada kelompok anak yang bertahan hidup dibandingkan dengan mereka yang meninggal. Analisis kurva karakteristik operasi penerima (ROC) menunjukkan bahwa Eadyn memiliki kemampuan prediktif kematian yang cukup baik dengan nilai Area Under Curve (AUC) mencapai 78%.
Temuan ini memiliki beberapa implikasi penting bagi praktik klinis di PICU:
- Pemantauan lebih informatif. Pengukuran Eadyn menyediakan informasi lebih dari sekadar tekanan darah biasa. Karena septic shock mempengaruhi tonus vaskular dan respon arteri terhadap volume darah, monitorisasi Eadyn memungkinkan dokter memahami perubahan hemodinamik secara lebih detail dan kontekstual.
- Prognostik menghadapi risiko kematian. Nilai Eadyn yang lebih tinggi pada pasien yang bertahan hidup menunjukkan bahwa parameter ini tidak hanya menggambarkan keadaan fisiologis saat ini tetapi juga dapat berfungsi sebagai indikator prognosis. Hal ini mendukung penggunaan Eadyn sebagai alat bantu untuk memprediksi outcome, memungkinkan tim medis menentukan strategi intervensi yang lebih agresif atau konservatif sesuai kebutuhan.
- Arah baru penelitian dan teknologi. Studi ini membuka jalan bagi pengembangan lebih lanjut alat pemantauan hemodinamik berbasis data real-time yang mudah diakses, terutama di rumah sakit dengan sumber daya terbatas. Metode seperti PRAM yang tidak memerlukan kalibrasi eksternal bisa menjadi pilihan terjangkau dan efisien di berbagai setting klinis.
Studi ini menegaskan bahwa Eadyn yang diukur melalui PRAM memiliki potensi signifikan sebagai indikator hemodinamik dan prognostik pada anak dengan septic shock. Dengan menggali lebih jauh bagaimana pembuluh darah merespon tekanan dan aliran darah dalam situasi kritis, para dokter dapat mengambil keputusan yang lebih cepat dan akurat — sebuah langkah penting dalam meningkatkan kualitas perawatan anak di unit perawatan intensif.
Penulis: Arina Setyaningtyas, dr., M.Kes., Sp.A(K).
Link artikel: https://scholar.unair.ac.id/en/publications/dynamic-arterial-elastance-assessment-by-the-pressure-recording-a/





