UNAIR NEWS – Kepengurusan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) telah resmi berganti. Seusai berakhirnya serangkaian proses Pemilihan Raya (Pemira), Indy Rachman dan Abyan Aly Fazl resmi sebagai presiden serta wakil presiden BEM FIB 2026. Keduanya merupakan mahasiswa program studi Bahasa dan Sastra Inggris angkatan 2023.
Pada periode kepengurusan 2026, Indy dan Abyan mengusung nama kabinet Candrawisesa sebagai identitas kepemimpinan baru. Mereka memilih nama Candrawisesa karena mengandung filosofi yang mendalam, yakni Cahaya yang Istimewa.
Pendekatan Baru
Arah kepemimpinan BEM FIB 2026 berlandaskan pada jargon Satu Gerak, Satu Tujuan yang sekaligus menjadi dasar dalam setiap pengambilan langkah dan kebijakan. Indy mengatakan organisasi tersebut menghimpun mahasiswa berkualitas unggul untuk saling menyatukan visi, menyelaraskan langkah, dan menguatkan sinergi demi mencapai tujuan bersama.
“Organisasi ini intinya berpacu kepada keselarasan utama dari arah gerak kabinet yang berisikan orang-orang organisasi terbaik di FIB,” ujarnya.
Program kerja unggulan yang BEM FIB tawarkan pada periode kepengurusan ini adalah CandraCare. CandraCare merupakan ruang bagi mahasiswa untuk menceritakan permasalahan yang mereka alami dengan aman. Tujuan besar dari terselenggaranya program kerja tersebut adalah mahasiswa mempunyai teman untuk berbagi keluh kesah dan memperoleh solusi yang berguna sebagai penyelesaian masalah.
“Mahasiswa nantinya dapat berkonsultasi masalah yang mereka alami, baik yang terkait masalah kuliah atau lebih personal. Kami berupaya menanamkan anggapan kepada mahasiswa yang mengalami masalah bahwa mereka tidak sendirian, ada kami yang bersedia mendukung mereka,” tutur Indy.
Merangkul Seluruh Mahasiswa
Tantangan Indy dan Abyan hadapi pada masa awal menjabat adalah kurangnya minat mahasiswa untuk bergabung menjadi anggota BEM FIB. Strategi yang mereka lakukan untuk menggaet kembali minat mahasiswa terhadap organisasi intra kampus adalah dengan meningkatkan citra melalui branding media sosial.
Selain itu, keduanya juga senantiasa memastikan program kerja yang akan terlaksana di kemudian hari tetap relevan dengan minat, bakat, dan jenjang karier mahasiswa. Harapannya, program kerja tersebut tidak hanya bermanfaat bagi pengembangan anggota BEM FIB 2026, melainkan pula mahasiswa FIB UNAIR secara keseluruhan.
“Harapannya BEM FIB dapat memberikan hal yang baru, tetapi tidak meninggalkan dasar-dasar yang telah dibentuk sebelumnya. Kami juga akan berupaya semaksimal mungkin untuk meningkatkan minat organisasi kepada mahasiswa FIB,” pungkas Indy.
Penulis: Selly Imeldha
Editor: Khefti Al Mawalia





