Indonesia sejak lama menghadapi berbagai tantangan penyakit menular seperti Demam Berdarah Dengue (DBD), Tuberkulosis (TB), dan Malaria, serta meningkatnya ancaman penyakit yang berkaitan dengan polusi udara. Permasalahan kesehatan ini semakin diperparah selama pandemi COVID-19 yang mengganggu program pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit. Sebelum pandemi, Indonesia mencatat salah satu angka kasus TB tertinggi di dunia, sementara DBD tetap bersifat endemik dan malaria masih berdampak pada wilayah Indonesia Timur seperti Papua.
Pandemi COVID-19 memberikan tekanan tambahan pada sistem kesehatan. Fokus layanan kesehatan dialihkan untuk penanganan pandemi sehingga menyebabkan penurunan diagnosis dan pengobatan TB, dengan estimasi penurunan kasus terdeteksi sekitar 30% pada tahun 2020. Program pengendalian malaria juga mengalami gangguan akibat pembatasan pergerakan, yang memengaruhi distribusi kelambu berinsektisida dan kegiatan penyemprotan residu dalam ruangan. Di sisi lain, angka kejadian DBD menunjukkan fluktuasi, dengan penurunan laporan kasus yang diduga berkaitan dengan keterbatasan pelaporan selama pandemi.
Pembahasan dalam tulisan ini menyoroti kondisi penyakit menular dan masalah kesehatan lingkungan di Indonesia sebelum, selama, dan setelah pandemi COVID-19. Selain penyakit menular, polusi udara di wilayah perkotaan seperti Jakarta menjadi faktor penting yang berkontribusi terhadap meningkatnya penyakit pernapasan akibat emisi kendaraan dan aktivitas industri. Meskipun kualitas udara sempat membaik pada awal masa lockdown, kondisi tersebut bersifat sementara.
Adapun fokus utama pembahasan meliputi:
- Tantangan penyakit menular utama di Indonesia, yaitu TB, DBD, dan malaria.
- Dampak pandemi COVID-19 terhadap layanan pencegahan, diagnosis, dan pengobatan penyakit.
- Peran polusi udara sebagai faktor risiko penyakit pernapasan di wilayah perkotaan.
- Tantangan pemulihan sistem kesehatan pascapandemi.
Pasca COVID-19, sistem layanan kesehatan di Indonesia mulai menunjukkan pemulihan secara bertahap. Program TB kembali berjalan meskipun kasus masih belum sepenuhnya terlaporkan. Upaya pengendalian DBD dan malaria mulai diaktifkan kembali, namun masih menghadapi keterbatasan sumber daya. Selain itu, tingkat polusi udara kembali meningkat seiring dengan pulihnya aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, pemulihan pascapandemi memerlukan strategi kesehatan masyarakat yang terintegrasi untuk menangani penyakit endemik sekaligus menghadapi ancaman kesehatan global yang terus berkembang.
https://link.springer.com/chapter/10.1007/978-3-031-90255-0_7
doi:10.1007/978-3-031-90255-0_7
Cara Sitasi (APA) Haryanto, B., Denny, H. M., Nurmala, I., & Sitorus, R. J. (2025). Re-emerging diseases post-pandemic COVID-19: Indonesia’s responses and resilience. In COVID-19: Impacts on Health and Health Systems. Springer. https://doi.org/10.1007/978-3-031-90255-0_7





