Potret Zidane Ludza’i Ghazam, Ketua Terpilih BSO LDS FIB UNAIR
FIB NEWS —Melanjutkan tombak kepemimpinan Badan Semi Otonom Language Debate Society (BSO LDS), Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (FIB UNAIR), Zidane Laudza’i Ghazam, mahasiswa Ilmu Sejarah Universitas Airlangga, berhasil memegang tombak kepemimpinan dengan jabatan sebagai Ketua dalam pelantikan pengurus ormawa yang bertempat di Ruang Herodotus, Lantai 3 FIB, kampus Dharmawangsa-B UNAIR pada Selasa (3/2/2026).
Progres Pencalonan
Mahasiswa yang kerap disapa Zidane tersebut mengatakan bahwa ia memiliki motivasi dan keinginan kuat untuk menantang dirinya bangkit dari zona nyaman dengan mencalonkan dirinya sebagai ketua BSO LDS FIB UNAIR. Ia mengungkapkan dengan latar belakang pengalaman berorganisasi dan berdebat, ia dapat berkontribusi dan berdedikasi.
“jadi, in summary, motivasi saya untuk maju menjadi ketua ormawa adalah untuk berkontribusi, seperti tri dharma pendidikan gitu. Sembari itu juga berinovasi. Sebenarnya ada lagi sih, saya termotivasi untuk menantang diri saya lebih jauh sehingga saya kedepan lebih berkembang dengan adanya suatu tantangan itu sendiri. Atau dalam bahasa sederhananya mencoba hal yang lebih menantang dari sebelumnya dan keluar dari zona nyaman,” ujarnya.
Zidane mengungkapkan bahwa kunci keberhasilan dalam pencalonan dirinya sebagai presiden BSO adalah berkat kepercayaan rekan-rekan BSO LDS FIB UNAIR yang mendorong Zidane untuk maju dan berhasil dalam pencalonan. Tidak hanya itu, Zidane menambahkan bahwa keberhasilannya juga terletak dalam visi unggulan yang ia bawa selama proses pencalonan.
“Untuk visi utama sendiri, saya mengusung visi ‘Menjadi katalisator transformasi melalui pemberdayaan potensi SDM dalam rangka mewujudkan bersama debater yang kompetitif, proaktif, adaptif, mulia, dan berprestasi’. Saya menaruh visi ini sebab memang secara relatif LDS sendiri itu mulai turun prestasi sama keaktifannya. Nah, saya pengen ngebangkitin itu,” ungkapnya.
Zidane turut menceritakan tantangan yang ia hadapi selama masa pencalonan. “Saat pencalonan ada sih tantangan yaitu menjawab test dari demis-demis sewaktu proses uji publik dan beban moral itu sendiri, saya tau ketika saya akan menjadi pemimpin nanti akan ada banyak sekali ekspektasi dan tanggung jawab yang harus diampu,” tegasnya.
Pesan dan Harapan
Zidane berpesan bahwa ia ingin membangun Language Debate Society (LDS) dari dalam dan menjadikan BSO yang bukan hanya berisikan anggota yang banyak, tetapi juga berprestasi dan tanggap isu. “Karena kan memang orang join LDS itu pengen skillnya di upgrade dan bermimpi untuk menjadi mahasiswa berprestasi, nah dari situ saya ingin membantu mereka karena ya memang mimpi mereka juga mimpi saya,” tuturnya.
Menutup Perbincangan ini, Zidane menyampaikan kalimat penutup “Tak banyak untuk closing statement, hanya sepatah kalimat saja, terima kasih atas amanatnya, ayo join LDS melenting bersama, hidupkan intelektualitas, let’s chase your dream with us cause we are pioneering in excellence,” pungkasnya.
Kegiatan ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) Nomor 4, yaitu quality education.
Penulis: Bahrul Ulum Assiddiqi
Editor: Pudja Safana Dwi Putri




