Universitas Airlangga Official Website

Gandeng TRANS7, UNAIR Siapkan Lulusan Siap Kerja Lewat Praktisi Industri 

Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) UNAIR, Dr Pulung Siswantara SKM MKes saat memberikan sambutan dan laporan kegiatan Trans7 Mengajar (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Pesatnya perkembangan teknologi, otomatisasi, dan digitalisasi telah mengubah lanskap dunia kerja di tengah pusaran transformasi global. Mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi realitas menjadi sorotan utama dalam acara TRANS7 Mengajar Jilid 12. Kegiatan tersebut terselenggara pada Kamis (24/9/2026) di Aula Candradimuka, Gedung Nano, Kampus MERR-C Universitas Airlangga (UNAIR).

Ketua Pusat Hubungan Masyarakat dan Protokol (PHMP) UNAIR, Dr Pulung Siswantara SKM MKes menekankan pentingnya belajar dari praktisi industri secara langsung. Ia berharap kegiatan bertema “Future Ready: Leadership, Creativity and Agility for the Next Generation” itu dapat dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menggali wawasan, mengajukan pertanyaan, dan menjadi bekal merancang masa depan. 

“Hari ini, Anda tidak sekadar menjadi konsumen. Melainkan berkesempatan untuk menimba ilmu langsung dari para pemimpin di balik keberhasilan brand-brand besar tersebut. Untuk bisa relevan dan unggul, Anda harus memiliki kepemimpinan yang kuat, kreativitas yang terus diasah, serta kelincahan dalam beradaptasi dengan perubahan zaman,” jelasnya. 

Selaras dengan Dr Pulung, Ketua Pusat Karir dan Keberdampakan Alumni (PKKA) UNAIR, Prof Dr Nisful Laila SE MCom juga menekankan bahwa kepemimpinan di era modern sangat berkaitan erat dengan kemampuan menghadapi realiti kerja di lapangan. Menurutnya, teori akademik memang penting sebagai fondasi. Namun, penentu utama kesuksesan di dunia nyata adalah seberapa jauh seseorang mampu mengenali potensi dirinya dan memahami kebutuhan industri yang terus berubah.

Ketua Pusat Karir dan Keberdampakan Alumni (PKKA) UNAIR, Prof Dr Nisful Laila SE MCom saat melakukan pidato sebagai keynote speaker pada kegiatan TRANS7 Mengajar. (Foto: Humas UNAIR)

“Realitanya saat ini, kreativitas bukan lagi sekadar keterampilan yang eksklusif milik pekerja seni. Pemecahan masalah yang semakin kompleks menuntut kreativitas tinggi dari hampir seluruh profesi. Mesin dan kecerdasan buatan mungkin dapat mengambil alih tugas-tugas yang repetitif, tetapi teknologi tidak akan pernah mampu mereplikasi kreativitas, empati, dan kepemimpinan manusiawi,” paparnya. 

Prof Nisful menyebut bahwa kesempatan emas sering kali datang dari jalan yang tak terduga. Dengan merelakan rencana pertama dan berani memutar arah, kemampuan adaptasi tersebut justru mengantarkan pada kesuksesan besar di bidang lain. “Karier yang melenceng dari rencana awal bukanlah akhir dari segalanya. Melainkan titik balik untuk menemukan potensi baru,” imbuhnya. 

Menyadari besarnya tantangan zaman, UNAIR terus berkomitmen memberikan kontribusi kuat dan terukur untuk masa depan mahasiswa melalui inisiatif perencanaan karier yang terstruktur. Pembekalan ini tidak menunggu hingga mahasiswa berada di tingkat akhir. Melainkan dimulai sejak hari pertama mereka masuk melalui asesmen awal di semester pertama.

Prof Nisful menjelaskan bahwa langkah strategis ini dapat membentuk karakter lulusan yang HEBAT (Humble, Excellent, Brave, Agile, Transcendent). “Bersiaplah untuk tetap lincah dan beradaptasi ketika semesta memiliki rencana lain. Teruslah asah ketangguhan kepemimpinan Anda, kembangkan kreativitas tanpa batas, dan jadilah individu yang adaptif. Itulah kunci sejati untuk menjadi generasi emas yang siap menyongsong masa depan,” pesannya.

Penulis: Putri Andini

Editor: Yulia Rohmawati