Universitas Airlangga Official Website

Kombinasi Baru Icariin dan Xenograft Tulang Meningkatkan Ekspresi Serat Kolagen, BMP-2, dan HIF-1α Selama Penyembuhan Luka pada Tikus Wistar

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Penelitian ini mengevaluasi efektivitas kombinasi icariindengan bone xenograft bovine dalam mempercepat penyembuhan awal luka pasca pencabutan gigi pada tikus Wistar. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada fakta bahwa pencabutan gigi sering menyebabkan resorpsi tulang alveolar yang dapat mengganggu stabilitas implan, sehingga diperlukan strategi preservasi soket yang lebih efektif. Xenograft diketahui bersifat osteokonduktif, namun pembentukan tulang awal masih belum optimal, sehingga diperlukan agen bioaktif tambahan seperti icariin.

Penelitian menggunakan 48 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi tiga kelompok: kelompok kontrol (tanpa graft), kelompok xenograft, dan kelompok kombinasi icariin+xenograft. Evaluasi dilakukan pada hari ke-7 dan ke-14 pasca pencabutan dengan analisis histologis menggunakan pewarnaan Masson’s Trichrome untuk menilai maturasi serat kolagen serta imunohistokimia untuk menilai ekspresi Bone Morphogenetic Protein 2 dan Hypoxia-inducible factor 1-alpha, yang berperan dalam osteogenesis dan angiogenesis.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok kombinasi icariin & xenograft memiliki penyembuhan luka yang lebih baik dibandingkan kelompok xenograft saja maupun kontrol. Pada hari ke-7, kelompok kombinasi menunjukkan infiltrasi inflamasi yang lebih minimal, vaskularisasi yang lebih tinggi, serta pembentukan matriks kolagen yang lebih padat. Pada hari ke-14, terlihat pembentukan tulang woven yang lebih jelas dan terorganisir. Secara statistik, kelompok kombinasi menunjukkan peningkatan signifikan pada maturasi serat kolagen, ekspresi BMP-2, dan ekspresi HIF-1α.

Icariin bekerja secara sinergis dengan xenograft melalui dua mekanisme utama: meningkatkan osteogenesis melalui aktivasi BMP-2 dan meningkatkan angiogenesis melalui regulasi HIF-1α. Peningkatan deposisi kolagen sejak fase awal juga mempercepat pembentukan matriks ekstraseluler yang mendukung regenerasi tulang. Dengan demikian, kombinasi ini dapat mempercepat integrasi graft dan memperpendek waktu penyembuhan. Kesimpulannya, kombinasi icariin dan bone xenograft efektif mempercepat penyembuhan awal soket pasca pencabutan gigi dengan meningkatkan pembentukan kolagen, aktivasi jalur osteogenik (BMP-2), dan respons hipoksia-angiogenik (HIF-1α). Pendekatan ini berpotensi menjadi strategi regeneratif yang lebih ekonomis dan aman dibandingkan penggunaan recombinant BMP-2 dalam preservasi soket dan terapi regenerasi tulang untuk implantologi.

Oleh: Christian Khoswanto & Ira Kusuma Dewi