Universitas Airlangga Official Website

UNAIR Dorong Semangat Wirausaha Mahasiswa melalui Design Thinking

Sesi pemberian plakat kepada Fariz Kevin Harlens oleh Dr Maftuchah Rochmanti dr MKes pada kuliah tamu bertajuk Design Thinking for Entrepreneurs: Menanamkan Semangat Kejuangan dan Kemandirian melalui Wirausaha pada Rabu (13/05/2026). (Foto: Istimewa)
Sesi pemberian plakat kepada Fariz Kevin Harlens oleh Dr Maftuchah Rochmanti dr MKes pada kuliah tamu bertajuk Design Thinking for Entrepreneurs: Menanamkan Semangat Kejuangan dan Kemandirian melalui Wirausaha pada Rabu (13/05/2026). (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Direktorat Pendidikan Universitas Airlangga (UNAIR) gerlar kuliah tamu bertajuk Design Thinking for Entrepreneurs: Menanamkan Semangat Kejuangan dan Kemandirian melalui Wirausaha. Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (13/05/2026) di Gedung ASEEC Tower, Kampus B UNAIR, Auditorium Ternate Lt. 1. Fariz Kevin Harlens selaku CEO Brengos Indonesia Group hadir sebagai narasumber utama pada kegiatan ini.

Selain sesi kuliah tamu, kegiatan ini juga diisi dengan presentasi proyek usaha mahasiswa. Dalam kesempatan tersebut, Kelompok 4 PDB04 mempresentasikan produk bernama TEMPUR dengan slogan “Sekali Tempur, Lapar Mundur.”

Perkuat Jiwa Entrepreneur Mahasiswa

Direktur Pendidikan Universitas Airlangga, Dr Maftuchah Rochmanti dr MKes dalam sambutannya menegaskan posisi UNAIR sebagai universitas berpengaruh dunia. Ia menyampaikan bahwa capaian UNAIR yang menempati peringkat 287 berdasarkan World University Ranking 2026 menjadi bukti bahwa UNAIR terus berkembang sebagai world university yang berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan peradaban manusia.

Ia juga menjelaskan bahwa di bawah kepemimpinan Prof Dr Muhammad Madyan SE MSi MFin, UNAIR mengusung misi sebagai Entrepreneurial University. Konsep tersebut menekankan bahwa perguruan tinggi tidak hanya berfokus pada akademik dan teori, tetapi juga menanamkan jiwa kewirausahaan, kreativitas, inovasi, dan kemandirian dalam pendidikan, riset, serta pengabdian masyarakat. Sebagai bentuk implementasi, UNAIR mengembangkan kurikulum Pembelajaran Dasar Bersama (PDB) yang wajib diikuti seluruh mahasiswa tahun pertama. Dalam kurikulum tersebut terdapat mata kuliah kewirausahaan seperti Pengembangan Diri Kewirausahaan dan Inovasi Kolaborasi Bisnis yang diikuti hampir 9.000 mahasiswa setiap tahunnya.

Menurutnya, program praktisi kewirausahaan yang menghadirkan alumni dan pelaku usaha bertujuan melengkapi pembelajaran mahasiswa melalui pengalaman nyata di dunia bisnis. Ia menilai kehadiran para praktisi dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa untuk mengembangkan gagasan kreatif dan mewujudkan impian mereka di bidang kewirausahaan. “Mulailah dari tempatmu berada sekarang. Gunakan apa yang kamu miliki. Lakukan segala hal yang kamu bisa,” ujar Maftuchah mengutip perkataan atlet tenis dunia, Arthur Ashe.

Sesi foto bersama acara kuliah tamu bertajuk Design Thinking for Entrepreneurs: Menanamkan Semangat Kejuangan dan Kemandirian melalui Wirausaha, Rabu (13/05/2026). (Foto: Istimewa)
TEMPUR: Inovasi Olahan Tempe untuk Anak Muda

Dalam presentasinya, kelompok 4 PDB04 menjelaskan bahwa TEMPUR hadir sebagai alternatif camilan sehat di tengah menurunnya minat konsumsi makanan bergizi. Produk tersebut mengolah tempe menjadi makanan manis yang dipadukan dengan cokelat dan oat sehingga lebih menarik bagi kalangan muda.

Kelompok tersebut memilih tempe karena kaya protein dan probiotik, memiliki harga terjangkau, serta mudah dipadukan dengan bahan lain. TEMPUR juga mengusung konsep bahan lokal 100 persen Indonesia, tinggi protein nabati, praktis dibawa, dan tanpa bahan pengawet.

Target utama produk tersebut adalah usia 17-24 tahun dengan mobilitas tinggi yang membutuhkan camilan praktis dan mengenyangkan. Untuk pengembangannya, kelompok TEMPUR memanfaatkan pemasaran melalui WhatsApp, Instagram, dan TikTok dengan sistem pre-order serta pembayaran digital seperti QRIS dan transfer bank. Presentasi tersebut menjadi contoh penerapan design thinking dalam melihat kebutuhan pasar dan menghadirkan produk yang inovatif sesuai kebutuhan konsumen.

Pemaparan presentasi proyek usaha oleh kelompok 4 PDB04 bertajuk TEMPUR.
Pentingnya Mindset Entrepreneur dan Design Thinking

Dalam sesi kuliah tamu, Kevin menjelaskan bahwa dunia bisnis saat ini berkembang sangat cepat. Konsumen menjadi semakin kritis dan selektif, sementara persaingan bisnis semakin luas. Oleh karena itu, seorang entrepreneur dituntut untuk kreatif, adaptif, dan mampu menghadirkan solusi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kevin juga menekankan pentingnya konsistensi dalam menjalankan usaha. Menurutnya, kerugian dan kegagalan merupakan bagian dari proses membangun bisnis. Sehingga, seorang pengusaha harus memiliki mental yang kuat untuk terus berkembang dan belajar dari pengalaman. Ia juga menjelaskan konsep design thinking yang meliputi kemampuan berempati terhadap konsumen, kreativitas dalam menciptakan solusi, keberanian untuk bereksperimen, serta pentingnya kolaborasi dan inovasi secara berkelanjutan. Pendekatan tersebut dinilai penting agar entrepreneur mampu memahami kebutuhan pasar sekaligus menciptakan produk yang memiliki nilai tambah.

Selain itu, Kevin menyampaikan beberapa mindset entrepreneur yang perlu dimiliki mahasiswa. yaitu berani mencoba, tidak takut gagal, fokus pada solusi, cepat beradaptasi, mampu melihat peluang, serta memiliki growth mindset. Menurutnya, kemampuan melihat peluang menjadi salah satu kunci penting dalam membangun usaha di tengah perubahan yang terus terjadi.

“Modal hidup pengusaha adalah jago networking dan memiliki attitude yang baik,” ujar Kevin saat menutup sesi kuliah tamu mengenai pentingnya relasi dan sikap dalam dunia kewirausahaan.

Penulis: Nikita Aulia
Editor: Ragil Kukuh Imanto