UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) kembali menyelenggarakan kegiatan KKN Inbound Insight UNAIR dengan melibatkan mahasiswa asing dari berbagai negara. Kegiatan tersebut berlangsung terhitung sejak Minggu (10/5/2026) hingga Sabtu (16/5/2026) di sejumlah lokasi di Mojokerto. Seperti Rumah Kompos Trawas, Mata Air Sumber Macan, hingga Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Seloliman.
Koordinator Bidang Hubungan Internasional dan Kemitraan LPMB, Astri Dewayani dr PhD, menjelaskan bahwa KKN Insight menjadi wadah yang menggabungkan pengabdian masyarakat, pembelajaran lingkungan, dan pertukaran budaya. Kegiatan tersebut juga membuka ruang bagi mahasiswa asing untuk belajar langsung bersama masyarakat di berbagai lokasi pengabdian.
“Kami ingin mahasiswa asing tidak sekedar mengenal budaya Indonesia. Tetapi juga memahami bagaimana masyarakat mengelola lingkungan dan menerapkan pola hidup yang selaras dengan keberlanjutan,” jelasnya.
Mengenal Lingkungan dan Potensi Lokal
Pada Minggu (10/5/2026) hingga Rabu (13/5/2026), peserta mengikuti berbagai kegiatan di Rumah Kompos dan Mata Air Sumber Macan, Trawas. Dalam kegiatan tersebut, peserta mempelajari pengolahan limbah organik menjadi kompos dan pelet, pengelolaan limbah rumah tangga, hingga konservasi sumber air.

Peserta juga melakukan observasi terhadap kondisi aliran sungai dan area resapan air di sekitar lokasi kegiatan. Astri menjelaskan bahwa pembelajaran tersebut selaras dengan SDGs poin 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta SDGs poin 6 tentang sanitasi dan ketersediaan air bersih.
Kegiatan kemudian berlanjut pada Kamis (14/5/2026) hingga Sabtu (16/5/2026) di PPLH Seloliman dengan tema Ecology and Conservation. Pada sesi tersebut, peserta mengerjakan berbagai studi kasus mengenai konservasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Peserta juga berdiskusi mengenai kurang optimalnya pemanfaatan lahan serta tantangan distribusi hasil komoditas masyarakat. “Melalui kegiatan tersebut, kami diajak memahami pentingnya pengelolaan potensi lokal agar dapat mendukung keberlanjutan ekonomi masyarakat,” ujar Ayob Bin Zanberi, salah satu peserta asal Universiti Malaysia Terengganu.
Membangun Relasi Lintas Budaya
Program KKN Insight UNAIR juga menjadi tempat pertukaran budaya bagi mahasiswa asingl dari berbagai negara, seperti Malaysia, Somalia, Pakistan, Nigeria, dan Zambia. Melalui kegiatan tersebut, peserta dapat membangun relasi serta saling mengenal budaya dan kehidupan sosial masing-masing negara.
“Karena kami tinggal bersama selama seminggu, kami jadi lebih mengenal satu sama lain. Kami juga berasal dari budaya yang berbeda, jadi kegiatan ini membantu kami membangun bonding dan bertukar pengalaman bersama,” ujar Faizal Ali, mahasiswa asal Universiti Malaysia Terengganu.
Sebagai penutup, Astri berharap kegiatan seperti KKN Insight UNAIR dapat terus berlangsung setiap tahun dan melibatkan lebih banyak peserta internasional. “Kami juga berharap program ini bisa memberi manfaat yang semakin luas bagi masyarakat maupun mahasiswa yang terlibat,” pungkas Astri.
Penulis: Maia Chaerunnisa
Editor: Yulia Rohmawati





