UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Airlangga Global Engagement (AGE) sukses menggelar acara Airlangga Cultural Immersion. Mengusung tema “Exploring Javanese Heritage and Community Innovation”, kegiatan tersebut berlangsung di Tawangmangu, Jawa Tengah, pada Sabtu-Minggu (23-24/5/2026). Airlangga Cultural Immersion menghadirkan pengalaman belajar yang memadukan eksplorasi budaya, wisata alam, serta inovasi berbasis masyarakat.
Berada di kawasan pegunungan dengan udara sejuk, Tawangmangu dipilih sebagai lokasi kegiatan karena mampu memberikan pengalaman langsung kepada peserta untuk mengenal budaya Indonesia lebih dekat. Program tersebut melibatkan mahasiswa internasional Universitas Airlangga (UNAIR) dari Program AMERTA dan penerima The Indonesian AID Scholarship (TIAS).
Suasana Keberagaman

Tidak hanya melibatkan mahasiswa internasional UNAIR, kegiatan ini juga melibatkan peserta dari berbagai perguruan tinggi di Surabaya. Keberagaman latar belakang budaya peserta menciptakan suasana kolaboratif dan interaktif selama kegiatan berlangsung. Selain mempelajari budaya Jawa, para peserta juga berkesempatan memperluas jejaring internasional sekaligus memperkuat pemahaman lintas budaya.
Pada hari pertama, peserta mengunjungi Rumah Atsiri Indonesia, destinasi edukasi dan wellness yang dikenal berfokus pada minyak atsiri. Dalam kunjungan tersebut, peserta mengikuti berbagai kegiatan edukatif seperti Aromatic Garden Tour, sesi Distillation Education, hingga Aromatic Workshop.
Melalui rangkaian kegiatan itu, peserta mempelajari berbagai tanaman aromatik, proses penyulingan minyak atsiri, hingga praktik pembuatan produk aromaterapi secara langsung. Pengalaman tersebut memberikan wawasan mengenai industri herbal dan minyak atsiri di Indonesia melalui metode pembelajaran yang interaktif.
Hadirkan Pengalaman Baru Berkesan
Sementara itu, pada hari kedua peserta mengikuti Jeep Adventure di kawasan Tawangmangu dengan mengunjungi Curug Putri serta menjelajahi perkebunan stroberi Cemoro Sewu menggunakan jeep off-road. Perjalanan yang memadukan jalur menantang dengan panorama pegunungan itu menghadirkan pengalaman baru yang berkesan. Tidak hanya itu, rangkaian kegiatan luar ruang tersebut sekaligus mempererat kebersamaan antarpeserta.
Tak hanya menghadirkan aktivitas budaya dan wisata alam, Airlangga Cultural Immersion juga menerapkan pendekatan project-based learning guna memperdalam pemahaman peserta terhadap program. Peserta mendapatkan tugas akademik dan kreatif berupa penulisan paper penelitian dan laporan kegiatan, serta pembuatan video inspiratif.
Proyek tersebut berfokus pada isu keberlanjutan, budaya lokal, produksi minyak atsiri, hingga dampak sosial bagi masyarakat di kawasan Tawangmangu. Pendekatan ini mendorong peserta untuk merefleksikan pengalaman mereka dari sisi akademik maupun kreatif.
Melalui program ini, Airlangga Cultural Immersion berhasil memadukan unsur pendidikan, budaya, alam, dan kolaborasi internasional dalam satu pengalaman pembelajaran lintas budaya yang bermakna. Program tersebut sekaligus menjadi wujud komitmen AGE dalam memperkuat jejaring internasional. Sembari memperkenalkan kekayaan budaya serta potensi lokal Indonesia kepada mahasiswa internasional.
Penulis: Airlangga Global Engagement
Editor: Yulia Rohmawati





