UNAIR NEWS – Pada Minggu (31/05/2026) Society of Renewable Energy (SRE) Universitas Airlangga (UNAIR) menggelar webinar Geothermal Energy dengan tema Voice of Energy: The Geothermal Career You Never Knew Existed. Webinar itu berlangsung secara online dengan memaparkan energi geothermal dan transisi energi Indonesia dan mengundang Adrian Tawakal S T M T yang aktif menjadi Geothermal Researcher di PT Pertamina sebagai narasumber.
Cara Kerja Geothermal
Adrian mengatakan, energi geothermal atau energi panas bumi merupakan energi terbarukan yang berasal dari panas alami di dalam bumi. Sistem panas bumi tersebut dibentuk melalui interaksi antara sumber panas, fluida, reservoir, dan batuan penudung yang memungkinkan akumulasi serta perpindahan panas ke permukaan.
“Sebagai sumber energi yang bersih dan mampu menyediakan listrik secara kontinu, panas bumi memiliki peran penting dalam mendukung transisi energi dan ketahanan energi nasional,” ujar Adrian.
Menurutnya, Indonesia memiliki salah satu potensi panas bumi terbesar di dunia karena berada pada jalur vulkanik aktif Cincin Api Pasifik. “Energi geothermal ibarat teko air di atas kompor. Kompor adalah batuan panas yang terbentuk dari tumbukan lempeng bumi, menciptakan patahan tempat panas tersimpan. Air di dalam teko adalah reservoir yang dipanaskan secara alami hingga menghasilkan uap. Uap dan air panas ini kemudian naik dan diambil melalui sumur produksi, namun sebelumnya tertahan oleh tutup ceret yang disebut batuan penudung yaitu lapisan kedap yang menjaga panas dan tekanan tetap tersimpan di dalam reservoir. Semua proses ini akan menghasilkan listrik,” ujar Adrian.
Untuk operasi geothermal, uap dan air akan dipisahkan menggunakan alat separator yang kemudian masuk ke dalam Scrubber dan uapnya akan terkondensasi. Air nantinya akan dibuang, dan hanya uapnya saja yang dimanfaatkan untuk memutar turbin yang menghasilkan listrik. Air juga tidak dibuang begitu saja, tetapi dengan diproses lagi yang kemudian kembali ke reservoir.
Keuntungan Energi Geothermal
Energi geothermal, lanjutnya, dapat diandalkan atau reliabel untuk pembangkit listrik karena dapat membangkitkan listrik selama 24 jam, tujuh hari per minggu, dan 365 hari pertahun. Energi berkelanjutan ini jika dimanfaatkan dengan baik dan tepat, terbukti masih beroperasi dengan baik setelah 100 tahun beroperasi.
“Indonesia sendiri memiliki sumber daya panas bumi melimpah sebesar 23,76 GW. Namun, pemanfaatan mayoritas untuk pembangkit listrik baru mencapai 2,13 GW. Hal itu perlu sama-sama kita pikirkan tentang cara mengembangkan energi geothermal yang bersih dan ekonomis agar potensinya dapat dimanfaatkan,” ujar Adrian.
Penulis: Fauziah Kandela
Editor: Khefti Al Mawalia





