UNAIR NEWS – Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan Fakultas Vokasi Universitas Airlangga melaksanakan kegiatan edukasi kesehatan bertajuk “Edukasi Penggolongan Obat Berdasarkan Jenis” kepada ibu-ibu PKK RT 01 Perumahan Graha Bunder Asri, Kebomas, Gresik, pada Selasa (21/04/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan di Balai RT 01 Jl. Permata Selatan, Perumahan Graha Bunder Asri ini merupakan bentuk implementasi pembelajaran mata kuliah Farmakologi yang berfokus pada peningkatan literasi masyarakat terkait penggunaan obat yang aman, rasional, dan bertanggung jawab, sejalan dengan prinsip cerdas pakai obat.
Edukasi Interaktif Berbasis Media Sederhana
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa menerapkan metode edukasi berbasis teknologi tepat guna melalui penggunaan papan obat, poster, dan leaflet sebagai sarana penyampaian informasi. Media tersebut dirancang untuk mempermudah pemahaman peserta terhadap penggolongan obat, meliputi obat bebas, obat bebas terbatas, Obat Wajib Apotek (OWA), obat keras, serta narkotika dan psikotropika.
Selain penyampaian materi, kegiatan juga disertai dengan pemeriksaan tekanan darah, pre-test, dan post-test sebagai bentuk evaluasi peningkatan pengetahuan peserta. Untuk mendukung keterlibatan aktif peserta, kegiatan turut dikemas dengan ice breaking yang bersifat interaktif.

Salah satu mahasiswa menyampaikan bahwa penggunaan media visual menjadi kunci dalam keberhasilan penyampaian materi. “Melalui papan obat dan poster, peserta menjadi lebih mudah mengenali perbedaan tiap golongan obat, terutama dari simbol dan aturan penggunaannya,” ujarnya.
Ibu PKK sebagai Sasaran Strategis
Sasaran kegiatan ini difokuskan pada ibu-ibu PKK yang memiliki peran strategis dalam pengambilan keputusan kesehatan keluarga, khususnya dalam penggunaan obat sehari-hari.
Perwakilan mahasiswa menjelaskan bahwa edukasi ini diharapkan dapat memberikan dampak jangka panjang bagi kesehatan keluarga. “Ibu-ibu memiliki peran penting dalam menentukan penggunaan obat di rumah. Dengan pemahaman yang baik, diharapkan dapat meminimalkan kesalahan penggunaan obat di lingkungan keluarga,” ungkapnya.
Peningkatan Pemahaman Peserta
Materi edukasi menekankan perbedaan karakteristik setiap golongan obat, mulai dari obat yang dapat digunakan secara mandiri hingga obat yang penggunaannya harus berdasarkan resep tenaga medis. Peserta juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya membaca label obat, memahami aturan pakai, serta mengenali potensi risiko penyalahgunaan obat.
Hasil evaluasi melalui post-test menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta setelah kegiatan edukasi dilaksanakan. Hal ini mengindikasikan bahwa metode pembelajaran yang digunakan cukup efektif dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat.
Salah satu peserta kegiatan mengungkapkan manfaat yang dirasakan setelah mengikuti edukasi. “Saya jadi lebih paham perbedaan obat bebas, obat keras, dan obat lainnya. Sekarang saya lebih berhati-hati saat membeli dan menggunakan obat untuk keluarga,” tuturnya.
Komitmen Mahasiswa dalam Edukasi Kesehatan
Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat berkontribusi dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai penggunaan obat yang tepat. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana penguatan keterampilan komunikasi, edukasi kesehatan, serta pengabdian kepada masyarakat bagi mahasiswa keperawatan.
Penulis: Kelompok 2/GR2A, Mahasiswa Program Studi D-III Keperawatan





