Universitas Airlangga Official Website

Dukung SDGs 3, Mahasiswa BBK 8 UNAIR Hadirkan Edukasi 1000 HPK, Nutrisi, dan Imunisasi di Desa Gondoruso Lumajang

Peserta Program GEMATI mengikuti Edukasi 1000 HPK, ASI, MPASI, dan Imunisasi di Balai Desa Gondoruso pada Selasa (28/7/2026). [Foto: Dokumen Pribadi]

UNAIR NEWS – Mahasiswa Belajar Bersama Komunitas (BBK) 8 Universitas Airlangga Kelompok Gondoruso 1 berkolaborasi dengan Kelompok Gondoruso 2 dengan menyelenggarakan Gerakan Edukasi Masyarakat, Imunisasi, dan Nutrisi (GEMATI) sebagai upaya mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, Good Health and Well-being. Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Gondoruso, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Selasa (28/7/2026), tersebut diikuti oleh 20 peserta yang terdiri atas kader Dapur Sehat Atasi Stunting (DASHAT), kader Gerbangmas, serta ibu yang memiliki balita.

Program GEMATI bertujuan meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai kesehatan ibu dan anak, khususnya pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (1000 HPK) yang menjadi masa penting dalam mendukung optimalisasi pertumbuhan dan perkembangan anak. Melalui kegiatan ini, masyarakat diberikan pemahaman mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan, pemberian Air Susu Ibu (ASI), penyusunan Makanan Pendamping ASI (MPASI) yang sesuai kebutuhan anak, serta pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan berbagai penyakit.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa BBK Universitas Airlangga dari berbagai bidang kesehatan, yaitu Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, Gizi, dan Keperawatan, berperan sebagai pemateri utama dalam kegiatan edukasi. Materi yang diberikan meliputi konsep 1000 HPK, keutamaan ASI eksklusif, teknik dan tips menyusui, pemenuhan kebutuhan gizi balita melalui pemberian MPASI, hingga pengenalan pentingnya imunisasi dasar lengkap.

Selain edukasi dari mahasiswa, kegiatan GEMATI juga menghadirkan Bidan Desa Gondoruso Iin Liasasi, A.Md.Keb., dan Perawat Desa Gondoruso Muhammad Saiful Rijal, A.Md.Kep., untuk memberikan penguatan materi terkait imunisasi. Dalam sesi tersebut, peserta memperoleh informasi mengenai berbagai jenis vaksin, seperti vaksin rotavirus, vaksin HPV, vaksin meningitis, dan vaksin polio, termasuk manfaat pemberian vaksin sebagai langkah perlindungan terhadap penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Penyampaian materi dikemas secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, dan sesi tanya jawab. Para peserta tampak antusias menyampaikan berbagai pengalaman serta kendala yang dihadapi dalam pemberian ASI, penerapan MPASI, maupun pemahaman mengenai jadwal dan jenis imunisasi anak. Diskusi tersebut menjadi ruang bertukar informasi antara masyarakat, mahasiswa, dan tenaga kesehatan untuk memperkuat pemahaman mengenai praktik kesehatan ibu dan anak yang tepat.

Bidan Desa Gondoruso, Iin Liasasi, A.Md.Keb., mengapresiasi kolaborasi mahasiswa BBK Universitas Airlangga dalam menghadirkan edukasi kesehatan yang melibatkan masyarakat secara langsung. Menurutnya, penyampaian informasi mengenai imunisasi menjadi hal penting agar masyarakat semakin memahami manfaat vaksinasi bagi kesehatan anak.

“Kegiatan seperti ini sangat membantu masyarakat karena memberikan informasi kesehatan secara langsung. Edukasi mengenai vaksin, seperti rotavirus, HPV, meningitis, dan polio, penting agar masyarakat memahami manfaat serta pentingnya imunisasi sebagai upaya pencegahan penyakit,” ujarnya.

Hal senada disampaikan oleh Kader Gerbangmas Mawar, Noviana Dwi Saputri, yang menilai kegiatan GEMATI memberikan tambahan wawasan bagi para kader dalam menjalankan perannya di masyarakat.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat karena menambah pengetahuan kami sebagai kader. Informasi yang diberikan dapat kami teruskan kembali kepada masyarakat, terutama para ibu yang memiliki balita, sehingga semakin banyak yang memahami pentingnya kesehatan anak sejak dini,” katanya.

Melalui program GEMATI, mahasiswa BBK 8 Universitas Airlangga berharap kolaborasi antara perguruan tinggi, tenaga kesehatan, kader, dan masyarakat dapat terus diperkuat dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak. Edukasi mengenai 1000 HPK, ASI, MPASI, serta imunisasi menjadi langkah nyata dalam meningkatkan literasi kesehatan masyarakat sekaligus mendukung pencapaian SDG 3 (Good Health and Well-being) melalui upaya promotif dan preventif di Desa Gondoruso.

Penulis: DANICHA EAGHY SALVA