Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa KKN-BBK 8 Edukasi Orang Tua tentang Pendampingan Anak di Era Digital

KKN-BBK 8 UNAIR mengajak orang tua bijak menggunakan gadget dan memperkuat komunikasi dengan guru demi perkembangan anak.

UNAIR NEWS – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Belajar Bersama Komunitas (KKN-BBK) 8 Universitas Airlangga menyelenggarakan kegiatan edukasi bertajuk “Bijak Bermedia Digital, Harmonis Berkomunikasi: Sinergi Orang Tua dan Guru untuk Tumbuh Kembang Anak” di Desa Kumpulrejo, Kecamatan Parengan. Kegiatan yang diikuti oleh ibu-ibu PKK ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pendampingan penggunaan gadget pada anak serta membangun komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru sebagai upaya mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Edukasi Penggunaan Gadget yang Bijak Dimulai dari Keluarga

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, gadget telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, termasuk bagi anak-anak. Meski menawarkan berbagai manfaat sebagai media belajar dan hiburan, penggunaan gadget yang tidak disertai pendampingan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap perkembangan sosial, emosional, maupun akademik anak. Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-BBK 8 UNAIR mengajak para orang tua untuk memahami pentingnya penggunaan gadget secara bijak sejak dini.

Dalam sesi penyuluhan, peserta memperoleh edukasi mengenai strategi mendampingi anak saat menggunakan gadget, pentingnya membatasi durasi penggunaan sesuai usia, memilih konten yang aman dan edukatif, serta mendorong anak untuk lebih banyak melakukan aktivitas fisik, bermain, dan berinteraksi secara langsung dengan keluarga. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan keseimbangan antara pemanfaatan teknologi dan perkembangan anak secara menyeluruh.

Membangun Sinergi Orang Tua dan Guru untuk Mendukung Tumbuh Kembang Anak

Selain membahas penggunaan gadget, materi juga menyoroti pentingnya komunikasi yang efektif antara orang tua dan guru. Kolaborasi yang baik antara keluarga dan sekolah dinilai menjadi fondasi penting dalam memantau perkembangan akademik, perilaku, serta karakter anak. Dengan komunikasi yang terbuka dan berkesinambungan, berbagai permasalahan yang dihadapi anak dapat dikenali lebih awal sehingga solusi dapat dirumuskan bersama.

Kegiatan berlangsung secara interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab. Para peserta tampak antusias berbagi pengalaman mengenai tantangan mendampingi anak menggunakan gadget maupun membangun komunikasi dengan pihak sekolah. Diskusi tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk saling bertukar pengalaman sekaligus memperoleh solusi yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Salah satu peserta, Ibu Siti, mengaku mendapatkan banyak wawasan baru setelah mengikuti kegiatan tersebut. “Selama ini saya mengira memberikan gadget adalah cara agar anak lebih tenang. Setelah mengikuti penyuluhan ini, saya jadi memahami bahwa pendampingan dan pembatasan waktu penggunaan gadget sangat penting. Saya juga akan lebih aktif berkomunikasi dengan guru agar perkembangan anak dapat dipantau bersama,” ujarnya.

Perwakilan mahasiswa KKN-BBK 8 UNAIR menyampaikan bahwa edukasi ini merupakan bentuk kontribusi mahasiswa dalam meningkatkan literasi digital keluarga sekaligus memperkuat kolaborasi antara orang tua dan sekolah. “Anak membutuhkan lingkungan yang mendukung agar dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Penggunaan gadget yang bijak harus diimbangi dengan komunikasi yang harmonis antara orang tua dan guru sehingga keduanya dapat bekerja sama dalam memberikan pengasuhan dan pendidikan terbaik bagi anak,” jelas salah satu mahasiswa KKN-BBK 8 UNAIR.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN-BBK 8 UNAIR berharap membangun sinergi yang semakin kuat antara keluarga, sekolah, dan masyarakat dalam mendampingi anak menghadapi tantangan di era digital. Edukasi ini juga menjadi wujud pengabdian kepada masyarakat yang mendukung terciptanya lingkungan yang lebih peduli terhadap tumbuh kembang anak serta sejalan dengan Tujuan SDGs, khususnya Poin 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan peran orang tua dan guru dalam pendidikan anak, serta Poin3 Kehidupan Sehat dan Sejahtera melalui upaya mewujudkan tumbuh kembang anak yang optimal.

Penulis: Ahmad Ulil Fiqri & Theresia Liseux Intan Roma Septania