Universitas Airlangga Official Website

Program SIGAP Kolaborasi FTMM x FPK Beri Pelatihan Formulasi Pakan Kepiting

SIGAP PPK ORMAWA 2026 menggelar pelatihan formulasi kepiting bersama kelompok Smart Crab Farming pada hari Rabu (05/08/2026) (Foto: Istimewa)

UNAIR NEWS – Tim pelaksana dan volunteer program SIGAP PPK ORMAWA 2026 menggelar pelatihan formulasi kepiting bersama kelompok Smart Crab Farming pada hari Rabu (05/08/2026) di lahan tambak milik Sukaeri, Desa Tanjangawan, Ujungpangkah, Gresik. Program SIGAP merupakan program pengabdian masyarakat yang terdiri dari mahasiswa IMERCY FTMM x BEM FPK Universitas Airlangga (UNAIR).

Program ini mengusung teknologi Smart Farming berupa budidaya kepiting berbasis Vertical Crab House terintegrasi Internet of Things (IoT) dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Pemberian formulasi pakan pelet ini diharapkan dapat membantu petambak dalam menjaga produktivitas dan meningkatkan bobot kepiting hingga mencukupi standar ekspor.

Pada pelatihan tersebut, Virna sebagai tim pelaksana menjelaskan mengenai tata cara pembuatan pakan berbentuk pelet berbahan dasar ikan. Ikan runcah diolah menjadi produk bioteknologi berupa silase dengan bantuan zat-zat yang dapat menghambat bakteri pembusuk pada pakan pelet.

Campuran seperti vitamin, mineral, asam formiat, dan dedak halus juga ditambahkan untuk meningkatkan kepadatan gizi pakan kepiting. “Pakan pelet olahan ini dapat membantu para pembudidaya ketika menghadapi kelangkaan atau tingginya harga pakan dengan mengawetkannya,” ujar Virna.

Tim pelaksana menguji pemberian pakan pada kepiting yang dibudidayakan pada Vertical Crab House selama 14 hari masa penggemukan secara rutin dengan frekuensi 3x/hari. Hasilnya, kepiting mengalami penambahan bobot secara berkala pada pengukuran yang dilakukan setiap pagi dan sore hari. Masyarakat yang hadir pada pelatihan tersebut sangat antusias karena pakan pelet merupakan pakan kepiting yang tergolong baru digunakan pada budidaya ini.

“Penggemukan kepiting ini memerlukan pakan bernutrisi yang bisa diberikan sesering mungkin untuk mempercepat masa penggemukan kepiting,” kata Basuki, salah seorang anggota kelompok Smart Crab Farming.

Melalui program ini, masyarakat berharap dapat menghasilkan budidaya kepiting dengan berat optimal dengan masa penggemukan yang lebih terkontrol. Tim pelaksana dan volunteer yang terlibat turut mendorong keterwujudan poin sustainable Development Goals (SDGs) ke 8, 9, dan 11.

Dengan inovasi pakan pelet berbahan baku lokal dan teknologi Smart Farming, diharapkan kemandirian petambak semakin meningkat serta daya saing hasil perikanan Indonesia di pasar global dapat terwujud. Keberlanjutan program ini pun diharapkan terus berjalan demi mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat pesisir secara berkelanjutan.

Penulis: Putri Andini Sutejo, Rekayasa Nanoteknologi 2024