Universitas Airlangga Official Website

Tingkatkan Tata Kelola Institusi, Universitas Syiah Kuala Pelajari Praktik Baik di UNAIR

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Prof Dr Ardianto SE Ak MSi saat menyampaikan paparan dalam benchmarking bersama USK, Kamis (13/8/2026) di Ruang 301 Gedung Kahuripan, Kampus MERR-C (Foto: Humas UNAIR)

UNAIR NEWS – Perguruan tinggi terus berupaya memperbaiki kinerja dan tata kelola institusinya. Hal tersebut salah satunya dilakukan melalui benchmarking atau studi tiru best practice (praktik baik) yang telah diterapkan oleh institusi lain. Universitas Airlangga (UNAIR) melalui Badan Pengawas Internal (BPI) menerima kunjungan benchmarking dari Universitas Syiah Kuala (USK), Banda Aceh. Benchmarking tersebut terselenggara dalam rangka meningkatkan tata kelola universitas, khususnya dalam pengawasan internal, keuangan, dan sumber daya manusia (SDM).

Wakil Rektor Bidang Sumber Daya, Prof Dr Ardianto SE Ak MSi; dan Ketua BPI, Prof Dr SE MSi Ak CMA CA memandu jalannya diskusi dan tukar gagasan antara kedua belah pihak. Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh jajaran unit kerja terkait di UNAIR. Antara lain Direktorat Keuangan; Direktorat Sumber Daya Manusia, Manajemen Talenta dan Pengembangan Organisasi (DSDMMTPO); dan Badan Perencanaan dan Pengembangan (BPP). 

Dalam sambutannya, Prof Ardianto menyampaikan terima kasih lantaran kepercayaan yang diberikan kepada UNAIR. “Atas nama UNAIR, kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan bapak ibu untuk hadir di UNAIR,” ucap Prof Ardianto. 

Menurutnya Prof Ardianto, benchmarking ini tidak hanya menjadi ruang berbagi praktik baik. Melainkan juga menjadi sarana bagi kedua institusi untuk mengidentifikasi dan mengevaluasi tata kelola yang telah berjalan. 

“Kami menyadari bahwa tuntutan perguruan tinggi semakin tinggi. Terutama terkait tata kelola, audit internal maupun eksternal, yang semuanya itu membutuhkan pedoman atau rujukan agar tidak terjadi kesalahan,” katanya, Kamis (13/8/2026) di Ruang 301, Lt 3 Gedung Kahuripan, Kampus MERR-C UNAIR.

Penyerahan cendera mata dari UNAIR diwakili oleh Wakil Rektor Bidang Sumber Daya Prof Ardianto kepada pihak USK (Foto: Humas UNAIR)

Menjawab tuntutan tersebut, UNAIR terus melakukan upaya untuk berbenah. Termasuk dalam hal tata kelola SDM, keuangan, maupun sistem informasi. “Perguruan tinggi yang hebat adalah perguruan tinggi yang sudah tidak direpotkan lagi dengan masalah teknis. Hal-hal administratif itu kami kerjakan dengan bantuan teknologi. Untuk itu kami memiliki unit khusus PUSAKA (Pusat Satu Data dan Kecerdasan Digital),” paparnya. 

Meningkatnya performa UNAIR dalam tata kelola institusi menjadi salah satu alasan USK memilih UNAIR sebagai tempat studi tiru. Ketua Satuan Pengawas Internal (SPI) USK, Prof Dr Yossi Diantimala SE Ak MSi, menyatakan bahwa melalui kunjungan tersebut, USK ingin mempelajari sejumlah praktik tata kelola yang diterapkan UNAIR, khususnya terkait sinkronisasi antara perencanaan dan keuangan institusi.

Ia menilai, masih terdapat beberapa gap atau kesenjangan yang hingga kini masih menjadi persoalan mendasar di kampusnya. Antara lain soal tata kelola keuangan, sistem yang terintegrasi, hingga sistem pengawasan. “Ada beberapa gap yang ingin kami isi, sehingga sejak awal kepemimpinan rektor baru, kami diperintahkan untuk belajar dengan UNAIR agar gap-gap tersebut mengecil,” tuturnya.

Prof Yossi juga menyampaikan keterbukaannya untuk berbagi pengalaman tata kelola yang selama ini dijalankan oleh institusinya. “Kami di sini semoga bisa mendapatkan pelajaran. Demikian halnya yang disampaikan Prof Ardianto, kami juga akan menyampaikan apa yang bisa kami sampaikan, supaya bisa kita bandingkan bersama,” paparnya.

Penulis: Yulia Rohmawati