UNAIR NEWS – Komitmen akademisi dalam menjawab tantangan lingkungan secara riil diwujudkan oleh tim Abdi Desa Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Universitas Airlangga (UNAIR) melalui agenda “Resik Alam” di Dusun Tlutur, Desa Kandangan, pada Senin (10/8/2026). Berkolaborasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), sebanyak 22 warga lokal dibekali edukasi, praktik pembuatan, hingga aplikasi langsung Pupuk Organik Cair (POC) dari area Rumah Bapak Kepala Dusun Tlutur hingga ke ladang desa.
Pengolahan Sampah Organik Suburkan Ladang Warga
Inisiatif ini diselenggarakan guna mengatasi penumpukan sampah organik rumah tangga yang berpotensi mencemari sanitasi pemukiman, sekaligus memangkas ketergantungan petani pada pupuk kimia sintetis demi menjaga kesuburan struktur tanah ladang secara berkelanjutan.
Rangkaian kegiatan diawali dengan persiapan teknis perakitan sepuluh galon wadah fermentasi, penyediaan bioaktivator EM4, molase, air cucian beras, serta sampah organik segar. Selanjutnya, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menyampaikan pemaparan materi teknis sekaligus memandu warga dalam melakukan pencampuran bahan hingga tahapan pengomposan.
Pelaksanaan program dilanjutkan dengan aksi lapangan yang bersifat aplikatif. Usai proses pembuatan di komposter, seluruh peserta bersama tim pendamping menuju area ladang untuk mempraktikkan simulasi pengaplikasian produk pupuk hayati tersebut secara langsung pada tanaman pekarangan dan komoditas pertanian setempat. Sebagai penunjang keberlanjutan program, panitia mendistribusikan panduan praktis pengelolaan limbah mandiri kepada warga sebelum penutupan acara.
“Pembuatan pupuk cair ini sangat bermanfaat, terutama bagi ibu-ibu yang menghasilkan banyak sampah organik sisa memasak di dapur. Daripada dibuang dan menimbulkan bau, sisa dapur tersebut bisa diolah menjadi pupuk yang menyuburkan tanaman pekarangan,” jelas perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Lumajang.
Inisiatif pengabdian masyarakat ini memberikan dampak ekologis dan ekonomis yang nyata bagi warga setempat. Pemanfaatan sisa makanan menjadi pupuk hayati mampu menekan volume sampah organik yang terbuang ke lingkungan secara signifikan. Dari sektor pertanian, penggunaan produk mandiri ini membantu memulihkan kesuburan struktur tanah sekaligus menekan biaya operasional pembelian pupuk kimia sintetis.
Penulis: BEM FEB UNAIR





