AHPC Gelar H2L, Fasilitasi Cek Fisik hingga Skrining Mental Sivitas Akademika

47 Views•2 minutes read

UNAIR NEWS – Padatnya aktivitas perkuliahan dan jam kerja tak lagi jadi alasan untuk mengabaikan kondisi tubuh. Melalui Pemeriksaan Kesehatan Happy & Healthy Lifestyle (H2L) di selasar Hall Ternate ASEEC Tower Kampus Dharmawangsa-B pada Senin (31/8/2026), Airlangga Health Promotion Center (AHPC) Lembaga Pengabdian Masyarakat Berkelanjutan (LPMB) UNAIR menghadirkan layanan cek fisik hingga skrining psikologis gratis. Kegiatan tersebut bertujuan memfasilitasi kesehatan ratusan mahasiswa, dosen, dan tendik.

Koordinator Bidang AHPC LPMB Dr M Syaiful Aris SH MH LLM menjelaskan bahwa H2L memfasilitasi pemeriksaan rutin sivitas akademika. “Pelaksanaannya kami bagi bergilir per kampus dan terintegrasi langsung dengan jatah cek kesehatan gratis tahunan dari pemerintah melalui Dinas Kesehatan,” terangnya.

Selain pengecekan fisik dasar seperti gula darah dan tekanan darah, agenda ini turut memfasilitasi aksi donor darah dengan menggandeng Palang Merah Indonesia (PMI). “Kami membantu memfasilitasi sivitas yang mungkin tidak sempat ke kantor PMI karena kesibukan kuliah atau pekerjaan lewat sistem jemput bola langsung di kampus,” tambah Dr Aris.

Salah seorang sivitas akademika UNAIR tengah mendonasikan darahnya pada aksi jemput bola kerja sama AHPC LPMB UNAIR dan PMI di Kampus B UNAIR, Senin (31/8/2026) (Foto: Istimewa)

Tak hanya fisik, UNAIR juga memperhatikan aspek psikologis peserta dengan menggandeng platform Curhatorium buatan mahasiswa untuk melakukan skrining kesehatan mental. Dr Aris menyebut kondisi fisik dan psikologis saling berkaitan erat. 

“Kita peduli dengan kondisi sivitas UNAIR. Sebab kalau pola makan dan fisiknya kacau, biasanya kesehatan mentalnya juga ikut terpengaruh,” tegas Wakil Dekan II FH UNAIR itu.

Lebih lanjut, Dr Aris menekankan bahwa hasil pemeriksaan ini tidak berhenti sebatas diagnosis awal. Melainkan berlanjut hingga tahap pendampingan medis bagi peserta yang terindikasi memiliki risiko kesehatan. 

“Jika ada sivitas yang terindikasi memiliki risiko khusus seperti gula darah sangat tinggi, akan kita tindak lanjuti dan dampingi melalui fasilitas kesehatan di domisili masing-masing maupun klinik UNAIR. Tidak sekadar dites lalu selesai,” ujarnya.

Ia juga berharap lingkungan kampus semakin terbuka dan suportif terhadap isu psikologis tanpa menghakimi atau merundung rekan yang sedang menghadapi krisis mental. 

“Ini sebetulnya adalah upaya komprehensif kita yang secara langsung mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ketiga. Yakni menjamin kehidupan yang sehat dan mendorong kesejahteraan bagi semua orang,” pungkasnya.

Penulis: Muhammad Yasir Dharmawan D.

Editor: Yulia Rohmawati

Accessibility ✕
Bahasa Indonesia Bahasa Indonesia English English
Universitas Airlangga
Excellence with Morality
Scroll to Top