Universitas Airlangga Official Website

Manajemen Militeristik dan Keputusan Investasi: Analisis Preferensi Risiko

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Perusahaan yang memiliki anggota dewan berlatar belakang militer mencatat hubungan positif dengan efisiensi investasi, yang menunjukkan alokasi modal dan sumber daya yang lebih optimal. Melalui perspektif Upper Echelons Theory dan Imprinting Theory, pelatihan serta pengalaman militer membentuk preferensi risiko yang sensitif terhadap konteks, kedisiplinan, dan akuntabilitas dalam pengambilan keputusan strategis. Meskipun kedisiplinan militer memberikan dampak positif, kehadiran anggota dewan berlatar belakang militer sebaiknya tetap diimbangi dengan keahlian teknis keuangan guna menjaga tata kelola dan efisiensi yang seimbang. Studi ini memberikan wawasan komprehensif mengenai kontribusi kualifikasi non-finansial dewan terhadap keputusan keuangan perusahaan, serta membawa implikasi praktis bagi rekrutmen dewan, pembuat kebijakan, dan bisnis di pasar berkembang. 

Metode dan Hasil Penelitian

Studi ini menggunakan Indonesia sebagai latar penelitian karena dinamika hubungan sipil-militer yang unik pasca-berlakunya UU No. 34 Tahun 2004. Sampel penelitian mencakup 2.648 pengamatan dari perusahaan non-keuangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dari tahun 2011 hingga 2019.  Variabel yang digunakan meliputi efisiensi investasi (diukur menggunakan model Huang, 2020) sebagai variabel dependen, dan keberadaan anggota dewan berlatar belakang militer sebagai variabel independen. Variabel kontrol yang digunakan mencakup ukuran perusahaan, leverage, usia perusahaan, property, plant, and equipment (PPE), KAP Big 4, Tobin’s Q, stock return, volatilitas ROA, volatilitas arus kas, ukuran dewan, serta keberadaan komisaris independent. Untuk mengatasi masalah endogenitas, penelitian ini menerapkan Heckman’s two-stage regression, Coarsened Exact Matching (CEM), Propensity Score Matching (PSM), dan Generalized Method of Moments (GMM).  Hasil penelitian menunjukkan bahwa keberadaan dewan berlatar belakang militer secara signifikan meningkatkan efisiensi investasi perusahaan. Dampak positif ini terutama didorong oleh efisiensi R&D, kondisi perusahaan yang mengalami overinvestment, posisi militer di dewan komisaris (BOC), serta perusahaan yang beroperasi di industri dengan konsentrasi militer yang rendah. Selain itu, peningkatan efisiensi investasi ditemukan signifikan pada dewan berlatar belakang TNI AD, TNI AL, dan TNI AU. Temuan ini menegaskan bahwa kepemimpinan berbasis kedisiplinan dan analisis situasi dari latar belakang militer mampu meminimalkan kesalahan alokasi modal dan menciptakan nilai jangka panjang bagi perusahaan.

Penulis: Fajar Kristanto Gautama Putra, Iman Harymawan, John Nowland, Mohammad Nasih, dan Nabilah Az-Zahra Zhafira 

Informasi detail dari riset ini dapat dilihat pada tulisan kami di: https://doi.org/10.1108/JAL-11-2024-0333