Universitas Airlangga Official Website

Nyeri Tulang yang Tak Kunjung Sembuh: Ketika Tuberkulosis Menyerupai Infeksi Biasa

Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)
Ilustrasi AIP (Foto: UNAIR NEWS)

Tuberkulosis (TB) selama ini lebih dikenal sebagai penyakit yang menyerang paru-paru. Namun, bakteri penyebab TB juga dapat menyerang bagian tubuh lain, termasuk tulang. Kondisi ini disebut tuberkulosis tulang dan dapat menjadi tantangan dalam diagnosis karena gejalanya sering berkembang secara perlahan dan menyerupai penyakit lain.

Hal tersebut terjadi pada seorang remaja perempuan berusia 15 tahun yang mengalami nyeri dan pembengkakan pada tungkai kiri selama 18 bulan. Pada bagian tulang keringnya juga terdapat luka yang terus mengeluarkan cairan dan tidak kunjung sembuh. Ia tidak mengalami demam atau penurunan berat badan, sehingga tanda khas TB tidak terlihat.

Pemeriksaan dengan foto rontgen dan MRI menunjukkan adanya kerusakan pada tulang kering yang menyerupai Brodie’s abscess, yaitu infeksi tulang yang biasanya berkembang secara perlahan. Kondisi tersebut membuat diagnosis TB tulang menjadi tidak mudah karena gambaran keduanya dapat terlihat hampir sama.

Sebelumnya, pasien telah menjalani beberapa tindakan operasi. Pengobatan TB juga sudah diberikan, tetapi keluhan tetap muncul dan luka terus mengeluarkan cairan. Pemeriksaan awal dari sampel jaringan belum memberikan jawaban yang pasti. Akhirnya, pemeriksaan lebih lanjut menggunakan polymerase chain reaction (PCR) berhasil menemukan bakteri Mycobacterium tuberculosis, sehingga diagnosis TB tulang dapat dipastikan.

Kasus ini menunjukkan bahwa TB tulang tidak selalu disertai gejala TB yang umum. Pada anak, penyakit ini juga lebih sering mengenai bagian ujung tulang yang sedang tumbuh, sedangkan keterlibatan bagian tengah tulang seperti pada kasus ini tergolong jarang. Karena perjalanan penyakitnya lambat, TB tulang dapat disalahartikan sebagai infeksi tulang biasa atau bahkan kondisi lainnya.

Pelajaran penting dari kasus ini adalah infeksi tulang yang berlangsung lama dan tidak kunjung membaik perlu diperiksa secara menyeluruh. Pemeriksaan foto rontgen atau MRI saja belum tentu cukup untuk menentukan penyebabnya. Pemeriksaan jaringan dan metode molekuler seperti PCR dapat membantu memastikan apakah TB merupakan penyebabnya.

Setelah diagnosis dan penanganan yang tepat, kondisi pasien membaik. Satu bulan setelah operasi, mulai terlihat pembentukan tulang baru. Pada pemeriksaan enam bulan kemudian, luka telah sembuh dan pemeriksaan rontgen menunjukkan penyatuan tulang yang baik tanpa tanda komplikasi.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa TB dapat bersembunyi di luar paru-paru. Kewaspadaan terhadap TB tulang, terutama pada infeksi tulang yang berlangsung lama atau sulit sembuh, dapat membantu mempercepat diagnosis, menghindari tindakan yang tidak diperlukan, dan memberikan pengobatan yang sesuai.

Penulis : Stefanus Hengkie Marseno, Tri Wahyu Martanto, Arif Zulkarnain, Hizbillah Yazid, Rio Yudhistira Christanto
Judul Artikel : Pitfalls and Pearls for Diagnosis of a Child with Tuberculosis Osteomyelitis Masquerading as Brodie’s Abscess: A Case Report
Jurnal : Malaysian Orthopaedic Journal
Tautan : https://www.morthoj.org/2026/v20n1/tuberculosis-osteomyelitis.pdf