Penyakit ginjal akut (Acute Kidney Injury / AKI) akibat efek samping obat-obatan (drug-induced nephrotoxicity) kini menjadi salah satu isu kesehatan mendesak dalam dunia medis modern. Data epidemiologi menunjukkan bahwa nefrotoksisitas menyumbang hingga sepertiga dari seluruh kasus penyakit ginjal akut. Penggunaan obat-obatan nefrotoksik di fasilitas kesehatan terus meningkat, bahkan diperkirakan hingga 20% pasien dengan kondisi kritis di unit perawatan intensif terpapar obat-obatan yang berpotensi merusak organ ginjal.
Mekanisme terjadinya cedera ginjal ini berkaitan erat dengan fungsi utama ginjal sebagai organ ekskresi. Saat menyaring dan mengeluarkan metabolit obat, jaringan pembuluh darah glomerulus dan tubulus ginjal yang membutuhkan energi tinggi terpapar langsung oleh senyawa kimia obat dalam konsentrasi yang sangat pekat. Manifestasi klinik dari kerusakan ginjal ini dapat bervariasi, mulai dari penurunan laju filtrasi glomerulus (GFR), sindrom nefrotik, hingga gangguan keseimbangan elektrolit tubuh. Upaya pencegahan konvensional seperti penyesuaian dosis atau penggantian obat sering kali menimbulkan komplikasi tersendiri pada efektivitas terapi pasien.
Di tengah pencarian solusi komplementer, perhatian para peneliti dunia kini tertuju pada pemanfaatan tanaman herbal penangkal nefrotoksisitas (nefroprotektor). Salah satu senyawa alam yang paling potensial adalah rutin. Rutin merupakan senyawa glikosida flavonoid lipofilik yang melimpah dalam bahan makanan harian seperti buah apel, daun ubi jalar, markisa, dan teh. Rutin dikenal luas memiliki spektrum aktivitas farmakologis yang mengagumkan, antara lain sebagai antioksidan kuat penangkal radikal bebas, antiinflamasi, antitumor, nefroprotektor, dan imunomodulator.
Namun, di balik potensi terapeutiknya yang luar biasa, rutin menyimpan kendala biofarmasetik yang sangat krusial. Dalam sistem Klasifikasi Biofarmasetik (Biopharmaceutical Classification System / BCS), rutin tergolong ke dalam BCS Kelas II, yang mengindikasikan bahwa rutin memiliki kelarutan yang sangat rendah dalam air. Selain sukar larut, rutin juga sangat rentan mengalami degradasi hidrolisis saat berada di dalam asam lambung. Keterbatasan kelarutan dan ketidakstabilan dalam asam lambung ini menyebabkan bioavailabilitas (ketersediaan hayati) rutin di dalam tubuh menjadi sangat buruk. Untuk mengatasi hambatan ganda tersebut—yaitu kelarutan yang buruk dan ketidakstabilan pada asam lambung—tim peneliti dari Fakultas Farmasi Universitas Airlangga merancang inovasi formulasi sistem hantaran obat berbasis Rutin Enteric Nanoparticles (RENP).
Konsep utama dari sistem nanopartikel enterik ini adalah mengemas (encapsulate) molekul rutin ke dalam matriks polimer enterik. Polimer enterik berfungsi sebagai cangkang pelindung yang tidak larut pada suasana asam lambung (pH rendah), sehingga rutin terhindar dari reaksi degradasi hidrolisis. Namun, begitu nanopartikel ini memasuki usus halus yang memiliki lingkungan pH netral hingga basa (pH ≥ 6,0), matriks enterik akan melarut dan melepaskan zat aktif rutin secara optimum untuk diabsorpsi oleh tubuh
Penelitian riset dari ini berhasil membuktikan bahwa keterbatasan fisikokimiawi rutin dapat diatasi secara elegan melalui rekayasa sistem nanopartikel enterik. Formulasi komposit Eudragit L100 yang distabilkan oleh kombinasi Poloxamer 188 dan Poloxamer 407 terbukti mampu memproduksi nanopartikel enterik berukuran < 600 nm berstruktur amorf dan berpori.
Sistem hantaran RENP tidak hanya berhasil melindungi rutin dari degradasi hidrolisis asam lambung, tetapi juga terbukti meningkatkan laju disolusi rutin di usus halus sebesar 1,5 kali lipat. Temuan ini memberikan kontribusi ilmiah yang sangat berharga bagi pengembangan teknologi hantaran obat (drug delivery system) berbasis bahan alam, serta membuka jalan bagi komersialisasi sediaan fitofarmaka nefroprotektif yang lebih efisien dan berbioavailabilitas tinggi untuk melindungi masyarakat dari bahaya penyakit ginjal akut.
DATA DIRI
Nama : Prof. apt. Helmy Yusuf, S.Si., M.Sc., Ph.D
NIP : 197907152003121002
Nomor HP : 081217374255
Judul Artikel : Characteristics and Lattice Structure of Rutin in Enteric Nanoparticles
with Improved Dissolution Properties
Link artikel : https://www.rjptonline.org/AbstractView.aspx?PID=2026-19-7-31





