Universitas Airlangga Official Website

Mahasiswa Vokasi UNAIR Raih Juara I Arung Jeram Tingkat Provinsi

Aliyyah Nuhaa meraih juara 1 pada Jombang Rafting Festival (Foto: Dok. Rafting Surabaya)

UNAIR NEWS – Mahasiswa Fakultas Vokasi (FV) UNAIR, Aliyyah Nuhaa, berhasil meraih juara pertama tingkat provinsi dalam Jombang Rafting Festival yang berlangsung pada Kamis-Minggu (3-6/9/2026). Prestasi tersebut diraih Aliyyah setelah kembali mengikuti kompetisi arung jeram usai sempat berhenti sebagai atlet untuk fokus menjalani perkuliahan di UNAIR. Kemenangan tersebut sekaligus menjadi pengalaman bagi Aliyyah dalam kembali menekuni olahraga yang sebelumnya ia geluti.

Aliyyah sebelumnya merupakan atlet arung jeram sebelum memasuki dunia perkuliahan. Setelah menjadi mahasiswa UNAIR, ia memilih untuk berhenti menjadi atlet karena ingin memprioritaskan pendidikan. Namun, pelatih kembali menghubunginya dan mengajaknya mengikuti kompetisi sehingga Aliyyah memutuskan untuk kembali bertanding.

“Untuk ikutnya, sebenarnya saya udah nggak menjadi atlet. Tapi kemarin itu sempat dihubungi lagi sama pelatih buat disuruh ikut. Akhirnya kembali menjadi atlet lagi,” ungkapnya.

Kembalinya Aliyyah sebagai atlet membuat waktu persiapan menuju Jombang Rafting Festival cukup terbatas. Ia hanya memiliki waktu sekitar satu minggu untuk mempersiapkan diri sebelum perlombaan dimulai. Dalam masa persiapan tersebut, ia kembali mengikuti program latihan dari pelatih. Seperti lari, jogging, dan stretching, serta melakukan pemanasan mendayung sebelum pertandingan.

Aliyyah Nuhaa bersama dengan Komunitas Rafting (Foto: Dok. Rafting Surabaya)

Di tengah persiapan tersebut, dukungan keluarga menjadi salah satu hal yang membantu Aliyyah mengikuti kompetisi. Namun, beberapa teman juga sempat menyarankan agar ia tidak kembali menjadi atlet karena khawatir kegiatan latihan dan perlombaan akan mengganggu perkuliahannya.

Menjalani aktivitas sebagai mahasiswa UNAIR sekaligus atlet membuat Aliyyah perlu mengatur waktu dengan baik. Latihan dapat dilakukan hampir setiap hari dan menjelang perlombaan intensitasnya meningkat menjadi latihan pagi dan sore. Kondisi tersebut membuat Aliyyah harus menyesuaikan jadwal latihan dengan kegiatan perkuliahan.

Selain waktu latihan, pengurusan administrasi untuk keperluan dispensasi juga menjadi tantangan tersendiri. Bagi Aliyyah, kegiatan akademik tetap perlu diperhatikan karena menjadi mahasiswa dan atlet secara bersamaan membutuhkan komitmen yang besar.

“Tantangannya lebih ke manajemen waktu, karena dari cabang aku itu kaya hampir setiap hari latihan. Kemudian kalau seminggu lomba atau sebulan lomba itu biasanya ada latihan pagi sama sore,” jelasnya.

Kembali Bertanding dengan Pertimbangan Akademik

Keberhasilan meraih juara pertama membuat Aliyyah kembali memiliki keinginan untuk menekuni arung jeram sebagai atlet. Namun, padatnya perkuliahan di UNAIR membuat rencana tersebut perlu dipertimbangkan secara matang. Setelah kompetisi, ia bahkan sempat mendapat tawaran untuk melanjutkan ke tingkat nasional, tetapi kesempatan tersebut mengharuskannya tidak mengikuti perkuliahan selama sekitar satu bulan.

Menurut Aliyyah, keputusan untuk kembali menjadi atlet harus disesuaikan dengan tanggung jawabnya sebagai mahasiswa. Ia ingin tetap dapat mengembangkan prestasi di bidang olahraga tanpa mengesampingkan pendidikan yang sedang ditempuh di UNAIR.

“Harapannya sih pasti ada ya buat balik jadi atlet lagi. Tapi untuk mata kuliah saya kan agak padat, jadi pikiran buat menjadi atlet agi itu sepertinya harus dipikir dua kali,” tuturnya.

Bagi mahasiswa yang ingin mulai menekuni arung jeram, Aliyyah berpesan agar memahami bahwa olahraga tersebut membutuhkan persiapan yang serius. Selain latihan fisik di darat dan latihan di air, mahasiswa juga perlu memperhatikan kewajiban akademiknya agar keduanya tidak berjalan secara berlawanan.

Aliyyah menilai bahwa menjadi mahasiswa sekaligus atlet terkadang membutuhkan pengorbanan salah satu kegiatan untuk sementara. Menurutnya, kemampuan menentukan prioritas menjadi hal penting agar pendidikan tetap berjalan sekaligus membuka kesempatan untuk meraih prestasi di bidang olahraga.

“Pertama kali itu kaya pikirannya pasti bakal asik, terus seru mainin air. Tapi sebenarnya di balik itu juga kita banyak persiapannya, kaya banyak latihan fisik darat, kemudian latihan fisik airnya waktu turun ke air,” ujarnya.

Penulis: Abraham Chrisanta Putra

Editor: Yulia Rohmawati