UNAIRNEWS – Mahasiswa yang tergabung dalam organisasi Asian Law Student’s Association Local Chapter Universitas Airlangga (ALSA LC UNAIR) kembali membuktikan komitmen pengabdiannya kepada masyarakat melalui program kerja tahunan ALSA Local Social Responsibility (ALSR) 2026. Mengusung tema “Sharing Joy, Building Awareness”, rangkaian kegiatan ini sukses dilaksanakan secara maraton untuk merangkul berbagai elemen masyarakat, mulai dari akademisi, lansia, anak yatim piatu, hingga pelajar.
Rangkaian ALSR 2026 dibuka dengan agenda pre-event dan aksi kunjungan sarat makna yang memadukan wawasan hukum substantif dengan kepedulian sosial langsung. Rasya selaku Ketua Pelaksana ALSR 2026 mengungkapkan bahwa setiap tahapan awal dirancang dengan penuh persiapan agar esensi acara benar-benar tersampaikan.
“Pada Day 1 yang menjadi pre-event di Ruang 302 Fakultas Hukum Universitas Airlangga, kami sengaja mengangkat isu krusial mengenai dekriminalisasi dan peran kejaksaan dalam mengurangi overcrowding lapas melalui pendekatan restorative justice. Seminar ini menjadi ruang diskusi strategis dengan menghadirkan narasumber dari Kejaksaan serta Wakil Dekan III FH UNAIR,” ujar Rasya.
Ia menambahkan bahwa para relawan juga diajak mengasah kepekaan empati melalui workshop pipe flower sebagai pesan kasih yang siap disalurkan keesokan harinya ke panti jompo. “Di Day 2, fokus kami adalah memberikan keceriaan dan kepedulian langsung kepada para oma di panti jompo melalui edukasi gizi dan memasak bersama, yang ditutup dengan penyerahan bunga hasil pre-event,” terangnya.

Pada Day 3, pihaknya memboyong relawan ke Rutan Perempuan Kelas IIA Porong lewat tajuk “Life’s Second Chance” bersama DP3APPKB. “Melalui sesi materi ini, kami ingin menyampaikan bahwa masa pidana bukanlah akhir, melainkan fase untuk kembali menata masa depan, diperkaya dengan workshop membatik sebagai sarana melatih kesabaran dan keterampilan baru,” ujar Chayyirra selaku Wakil Ketua Pelaksana Internal.
Semangat merangkul sesama berlanjut pada Day 4 di Yayasan Nurani Mandiri dengan tema “Aku Berharga dan Berani Bermimpi”. Rangkaian acara diisi dengan pementasan teater bertajuk “Aku Ingin Seperti Dia” oleh Divisi Academic Human Development. “Anak-anak kemudian diajak menuliskan cita-cita di Pohon Harapan serta melukis pada media slayer sebagai ruang untuk mengekspresikan kreativitas dan memvisualisasikan impian mereka,” tambahnya.
Rangkaian panjang ALSR 2026 kemudian memasuki pekan ketiga sekaligus penutup. Pada Day 5, kegiatan diarahkan pada edukasi hukum bagi remaja di SMK Tri Guna Bhakti melalui materi bertajuk “Ketika ‘iya’ Belum Tentu Persetujuan: Does Consent Matter?” yang dibawakan bersama narasumber dari UKBH FH UNAIR.
“Lewat kegiatan ini, kami berharap tak hanya membagikan wawasan hukum sejak dini, tetapi juga memantik kepekaan moral peserta untuk membangun lingkungan sosial yang saling menghargai dan aman,” ujar Zayna selaku Wakil Ketua Pelaksana Eksternal.
Perjalanan ALSR 2026 ditutup pada hari keenam di Playlandia, Tunjungan Plaza 3. “Pada Day 6, kami membawa kegembiraan langsung kepada adik-adik dari Yayasan Nurani Mandiri untuk bermain bersama. Momen kebersamaan ini tidak hanya menjadi penutup yang berkesan, tetapi juga menghadirkan ruang aman bagi mereka untuk menikmati masa kecil dengan penuh sukacita,” pungkas Zayna
Melalui dedikasi penuh dari seluruh panitia, relawan, serta dukungan berbagai pihak, program ini berhasil meninggalkan jejak kebaikan yang nyata. Semangat “Sharing Joy, Building Awareness” yang diusung tahun ini diharapkan mampu terus berlanjut dan menginspirasi langkah-langkah kebaikan berikutnya dari ALSA LC UNAIR.
Penulis: ALSA LC UNAIR





