UNAIR NEWS – Mahasiswi Fakultas Sains dan Teknologi (FST) UNAIR, Isnaini Roro Amiati, meraih prestasi dalam ajang Pemuda Pelopor Kabupaten Jombang 2026. Mahasiswa Program Studi Kimia tersebut mengembangkan inovasi pengolahan eceng gondok menjadi arang aktif untuk mendukung pengolahan limbah tahu berbasis pemberdayaan masyarakat. Pengumuman penghargaan berlangsung di Kabupaten Jombang pada Jumat (4/9/2026).
Ajang yang diselenggarakan oleh Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Diskora) Kabupaten Jombang memiliki lima bidang kepeloporan. Isnaini mengikuti bidang Pengelolaan Sumber Daya Alam, Lingkungan, dan Pariwisata melalui proposal berjudul Hilirisasi Eceng Gondok Hasil Fitoremediasi Menjadi Arang Aktif sebagai Penguat Ekosistem Pengolahan Limbah Tahu Berbasis Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten Jombang.
Inovasi Eceng Gondok jadi Arang Aktif
Inovasi tersebut dikembangkan selama kurang lebih satu tahun dengan memanfaatkan eceng gondok hasil fitoremediasi sebagai bahan baku pembuatan arang aktif. Produk tersebut kemudian berkembang sebagai alternatif adsorben dalam pengolahan limbah tahu.
Mahasiswi UNAIR tersebut menjelaskan bahwa gagasan itu berangkat dari pengalamannya menekuni penelitian pengolahan limbah sejak SMK. “Karena eceng gondoknya di sungai-sungai itu kan banyak, tapi kan itu nanti merugikan kita. Jadi, untuk penyelesaiannya baru di-fitoremediasi tadi, di mana di situ nanti bisa menjadi salah satu bahan baku untuk pembuatan arang aktif,” jelas Isnaini.
Dorong Pemberdayaan Masyarakat
Dalam proposal Pemuda Pelopor, Isnaini turut merancang pengembangan program melalui kerja sama dengan salah satu desa di Kabupaten Jombang. Rencana tersebut mencakup lokakarya pembuatan arang aktif bagi masyarakat.
Selain pengolahan limbah tahu, inovasi tersebut berpotensi dikembangkan untuk pengolahan limbah industri lainnya. Dalam proses pengembangan produk, Isnaini melibatkan salah satu guru SMK melalui pemanfaatan laboratorium untuk produksi dan analisis arang aktif.
Pelaksanaan Pemuda Pelopor Kabupaten Jombang 2026 meliputi pengumpulan proposal, wawancara, dan survei lokasi. Dalam proses seleksi, Isnaini menunjukkan lokasi penelitian serta fasilitas yang mendukung pengembangan inovasinya.
Isnaini menggunakan hasil analisis penelitian yang telah dimiliki sebagai pembuktian ilmiah dalam proposal. Sementara itu, pengujian langsung saat survei dilakukan melalui pemeriksaan pH.
“Untuk pembuktiannya itu hanya pakai hasil analisis yang sudah dianalisis, dan sudah ada papernya. Cuma mereka tahu hasilnya dan untuk uji yang secara langsung itu hanya lihat uji pH aja,” ungkapnya.
Ajak Pemuda Peduli Lingkungan
Melalui prestasi tersebut, Isnaini berharap semakin banyak pemuda yang berani mengembangkan ide dan mengikuti kegiatan kepeloporan. Ia juga mendorong mahasiswa untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Semoga pemuda-pemuda di Jombang dan di daerah-daerah lain itu juga bisa lebih tahu kegiatan-kegiatan yang diadakan di Jombang. Terus juga bisa lebih peduli lagi sama lingkungan sekitar, nggak hanya untuk para pemuda-pemuda di Jombang aja, tapi semua, terutama kita sebagai mahasiswa,” tuturnya.
Sebagai mahasiswa UNAIR, Isnaini berharap inovasi eceng gondok menjadi arang aktif dapat terus dikembangkan dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Ia ingin penelitian tersebut tidak berhenti sebagai karya ilmiah, tetapi dapat menjadi alternatif pengolahan limbah yang berkelanjutan.
Penulis: Abraham Chrisanta Putra
Editor: Yulia Rohmawati





