UNAIR NEWS – Universitas Airlangga (UNAIR) menunjukkan komitmen serta perannya dalam mendorong kolaborasi dan langkah strategis bagi kemajuan riset bangsa. UNAIR menggelar acara What’s Up Campus Calls Out yang berlangsung megah di Airlangga Convention Center (ACC), Kampus MERR-C, Kamis (17/9/2026).
Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan universitas, tamu undangan, serta ribuan mahasiswa yang memadati lokasi. Dalam kesempatan tersebut, Rektor Prof Madyan SE MSi MFin menekankan pentingnya adopsi teknologi, inovasi, dan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) di era kompetisi global.
Menghadapi Era Perubahan dan AI
Dalam sambutannya, Prof Madyan menyoroti perkembangan teknologi yang berlangsung sangat pesat. Ia menyebutkan bahwa hadirnya kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) serta dinamika ekonomi global menghadirkan kompetisi antarbangsa yang makin ketat.
“Kondisi ini menuntut bangsa Indonesia untuk memiliki kemampuan beradaptasi, berinovasi, dan menciptakan terobosan-terobosan baru. Inovasi lebih dari sekadar pencapaian teknologi, tetapi merupakan bentuk keberanian sebuah bangsa untuk tidak hanya mengikuti perubahan. Melainkan menjadi bagian dari penciptaan perubahan itu sendiri,” tegas Prof Madyan.
Ia menambahkan bahwa kedaulatan suatu bangsa saat ini tidak lagi hanya diukur dari kekuatan geografis atau kekayaan sumber daya alam semata. Lebih dari itu, penguasaan ilmu pengetahuan, kreativitas, dan SDM unggul menjadi fondasi utama dalam menghasilkan solusi bagi berbagai permasalahan bangsa.
Penandatanganan Lisensi Paten
Selaras dengan arahan rektor mengenai pentingnya hilirisasi riset, acara ini menjadi saksi momen bersejarah melalui prosesi penandatanganan kontrak lisensi paten oleh UNAIR. Penandatanganan ini disaksikan langsung oleh Menteri Hukum RI, Dr Supratman Andi Agtas SH MH dan didampingi oleh Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual.

Melalui kerja sama lisensi ini, UNAIR meluncurkan karya invensi unggulan di bidang kesehatan berupa sistem dan metode fototerapi portabel berbentuk sangkar berbahan tekstil untuk penanganan penyakit kuning pada bayi. Inovasi ini dirancang khusus untuk memberikan solusi terapi yang lebih aman, fleksibel, serta efisien bagi pasien.
Langkah strategis ini menjadi bukti nyata bahwa riset yang para peneliti UNAIR kembangkan tidak berhenti pada tatanan akademis. Melainkan juga berhasil hilirisasi ke dunia industri medis demi memberikan dampak langsung bagi kesehatan masyarakat.
Peran Strategis Perguruan Tinggi dan Kolaborasi
Sebagai salah satu perguruan tinggi terbaik di Indonesia, UNAIR memegang peran strategis untuk menjadi ruang intelektual sekaligus pusat lahirnya gagasan dan riset keunggulan. Universitas, lanjut Prof Madyan, tidak boleh sekadar meluluskan wisudawan yang kompeten, tetapi juga harus menghasilkan inovasi yang berdampak.
Untuk mewujudkan hal tersebut, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, industri, dan masyarakat.
“Kolaborasi menjadi kunci agar inovasi yang kita bangun tidak berhenti di ruang akademik saja. Tetapi mampu memberikan manfaat nyata bagi kehidupan masyarakat dan memperkuat kemandirian bangsa,” tambahnya.
Mengakhiri sambutannya, Prof Madyan berharap kegiatan What’s Up Campus Calls Out ini dapat melahirkan gagasan dan semangat baru bagi seluruh sivitas akademika UNAIR untuk terus memajukan Indonesia melalui ilmu pengetahuan dan nilai-nilai kebangsaan.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Yulia Rohmawati





