Prof Dr Wiwik Misaco Yuniarti MKes Drh saat memberi materi tentang penerapan model peternakan di Balai desa Klagensrampat pada Rabu (30/9/2026). (Foto: PHMP UNAIR)

Bukan Sekadar Beternak, FKH UNAIR Bekali Desa Binaan di Lamongan dengan Model Pengembangan Bebek 

34 Views•3 minutes read

UNAIR NEWS – Upaya Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) memperkuat kapasitas peternak lokal berlanjut melalui Pencanangan Desa Binaan Pengabdian Masyarakat (Pengmas) di Desa Klagensrampat, Kecamatan Maduran, Kabupaten Lamongan. Pada Rabu (30/9/2026), tiga pakar FKH UNAIR hadir di Balai Desa Klagensrampat untuk memberikan bekal pengetahuan seputar pengembangan ternak, penyakit unggas, serta pemanfaatan bahan alami bagi kesehatan bebek.

Kenalkan Model Pengembangan Bebek Desa Binaan

Prof Dr Wiwik Misaco Yuniarti MKes Drh menjadi narasumber pertama dengan materi Pengembangan Bebek Model Desa Binaan FKH UNAIR. Ia membahas sejumlah aspek mendasar yang perlu menjadi perhatian peternak, mulai dari perawatan kandang hingga pemilihan pakan sesuai fase pertumbuhan bebek. Menurutnya, penerapan model peternakan perlu menyesuaikan kondisi lingkungan dan potensi bahan lokal yang tersedia di Desa Klagensrampat.

Salah satu konsep yang Prof Wiwik kenalkan yakni penggunaan kandang ranch. Model tersebut memberi ruang bebek untuk bergerak aktif sehingga dapat membantu menjaga kondisi ternak tetap nyaman dan tidak mudah depresi. “Bebek bisa aktif bergerak dan tidak stres,” jelas Prof Wiwik. Ia juga mendorong peternak memanfaatkan sumber daya lokal seperti ganggang air tawar, dedak, dan ikan sebagai bahan yang berpotensi mendukung formulasi pakan.

Paparkan Pengetahuan Penyakit Unggas

Materi berikutnya hadir dari Prof Dr Suwarno drh MSi yang membahas Penyakit pada Unggas. Materi tersebut menjadi bekal penting bagi calon penerima manfaat karena kemampuan mengenali gangguan kesehatan sejak awal turut menentukan keberhasilan pemeliharaan ternak. Pemahaman mengenai penyakit juga membantu peternak melakukan langkah pemeliharaan secara lebih tepat dan terarah.

Prof Dr Suwarno drh MSi saat memaparkan materi tentang penyakit pada unggas, Rabu (29/9/2026). (Foto: PHMP UNAIR)

Melalui materi tersebut, Prof Suwarno memberikan penguatan kepada peternak mengenai pentingnya perhatian terhadap kondisi kesehatan unggas dalam setiap fase pemeliharaan. Pengetahuan tentang penyakit tidak hanya berkaitan dengan penanganan ketika ternak mengalami gangguan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga produktivitas dan keberlanjutan usaha peternakan di tingkat desa.

Potensi Curcumin untuk Kesehatan Bebek

Sementara itu, Prof Dr Mochamad Lazuardi drh MSi mengangkat materi Pemanfaatan Curcumin untuk Kesehatan Bebek. Materi ini memperkenalkan potensi pemanfaatan curcumin sebagai bagian dari perhatian terhadap kesehatan ternak. Pembahasan tersebut melengkapi materi sebelumnya dengan menghadirkan perspektif mengenai pemanfaatan bahan yang dapat mendukung pemeliharaan kesehatan bebek.

Rangkaian pembekalan juga semakin aplikatif melalui Demo Sexing DOD oleh Prof Dr Sunaryo Hadi Warsito drh MP. Selain itu, terdapat juga dan praktik mencampur pakan untuk DOD oleh Prof Dr Mirni Lamid drh MP. Rangkaian kegiatan tersebut memberi kesempatan kepada peternak untuk melihat secara langsung teknik yang berkaitan dengan pemeliharaan bebek. Melalui pencanangan Desa Binaan ini, FKH UNAIR membuka tonggak awal kolaborasi bersama Kabupaten Lamongan setelah sebelumnya menghadirkan manfaat pengabdian masyarakat di Kabupaten Bojonegoro.

Penulis: Ragil Kukuh Imanto

Universitas Airlangga
Excellence with Morality
If loading takes to long, go back to home by click here .