UNAIR NEWS – Dunia kompetisi dan persiapan karier mahasiswa kini semakin kompetitif. Menjawab tantangan tersebut, sekelompok mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) berinovasi menghadirkan Mark Up. Mark Up adalah sebuah platform jasa mentoring untuk membantu mahasiswa di seluruh Indonesia agar lebih siap menghadapi berbagai tantangan. Baik dalam kompetisi maupun persiapan karier.
Berawal dari FEB
Mark Up berkembang dari komunitas mahasiswa di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UNAIR yang memiliki ketertarikan pada kompetisi bisnis. Khususnya Business Case dan Business Plan. Namun, sejak awal mereka menyadari bahwa kebutuhan mendapatkan mentoring menghadapi dunia industri bukan hanya kebutuhan mahasiswa ekonomi dan bisnis.
“Kami ingin Mark Up berkembang menjadi platform yang dapat diakses oleh mahasiswa dari berbagai latar belakang dan disiplin ilmu,” ujar Nayla, perwakilan tim Mark Up.
Mentoring On-Demand, Personal, dan Fleksibel
Berbeda dari kompetitor di pasaran yang menawarkan program kaku, keunikan utama Mark Up terletak pada pendekatan mentoring yang bersifat on-demand dan personal. Mark Up tidak memulai dari program apa yang dimiliki, melainkan dari masalah apa yang sedang mahasiswa hadapi.
“Setiap kompetisi memiliki karakteristik yang berbeda. Penyelenggara yang berbeda dapat memiliki rules, guideline, sistem penilaian, tahapan seleksi, hingga format presentasi yang berbeda pula. Mark Up berusaha mendampingi mahasiswa berdasarkan konteks kompetisi yang benar-benar mereka ikuti,” jelasnya.
Pendampingan tersebut mencakup berbagai aspek mendasar. Mulai dari memahami case atau guideline, memvalidasi ide, menyusun strategi bisnis, melakukan analisis pasar dan financial projection, hingga mempersiapkan pitching sesuai kriteria penilaian.
“Pada akhirnya, kami ingin Mark Up tidak hanya menjadi tempat mahasiswa belajar. Tetapi menjadi problem solver dan support system ketika mereka menghadapi tantangan,” tambahnya.
Perjalanan Menuju P2MW dan KMI Expo
Gagasan membawa Mark Up ke ajang nasional lahir dari keinginan untuk memperluas manfaat pengalaman mentoring yang sebelumnya hanya dimiliki oleh komunitas internal. Seiring bergabungnya mahasiswa dari luar FEB hingga lintas kampus, Mark Up memantapkan langkah mengikuti seleksi Program Pembinaan Mahasiswa Wirausaha (P2MW) hingga akhirnya lolos ke Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo.
“Kami melihat P2MW dan KMI Expo sebagai kesempatan untuk membawa Mark Up ke tahap yang lebih serius. Bukan hanya sebagai komunitas atau kegiatan mahasiswa, tetapi sebagai sebuah bisnis yang dapat terus berkembang, memberikan dampak, dan memiliki keberlanjutan dalam jangka panjang,” tuturnya.
Sebagai penutup, tim Mark Up menyampaikan pesan motivasi bagi seluruh mahasiswa UNAIR yang ingin merintis usaha atau berjuang di ajang serupa.
“Pesan kami untuk mahasiswa UNAIR yang ingin mulai merintis usaha atau mengikuti ajang nasional adalah jangan pernah berhenti mencoba dan berikan sepenuh hati pada apa yang sedang dibangun. Teruslah tekun, konsisten, dan sabar dalam menjalani proses,” tutupnya.
Penulis: Fauziah Laili Romadhon
Editor: Yulia Rohmawati
